Mobilinanews (Jakarta) - Seri ke-17 MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika menjadi panggung penuh emosi bagi Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Balapan di Lombok ini bukan sekadar ajang berburu poin, melainkan momen perpisahan yang sangat bersejarah.
Mandalika, Indonesia menandai penampilan terakhir Franco Morbidelli di kejuaraan MotoGP, serta Fabio Di Giannantonio yang bersiap gabung Red Bull KTM di 2027. Kedua pembalap ingin memberikan kenangan terindah di balapan kandang ini.
Sebagai tim berbendera sponsor utama asal Indonesia, Pertamina Enduro VR46 menganggap Mandalika sebagai rumah sendiri. Dukungan penuh puluhan ribu penonton lokal menjadi pemicu semangat untuk bangkit dari Motegi.
Langkah menuju Mandalika diawali hasil kurang memuaskan di GP Jepang. Pertamina Enduro VR46 Racing Team menyelesaikan balapan di Motegi dengan catatan pahit manis akibat berbagai kendala teknis dan fisik pembalap.

Franco Morbidelli memulai balapan di Motegi, Jepang dari baris kelima dan sempat merosot tiga posisi di lap awal. Namun, pembalap blasteran Italia-Brasil itu perlahan menemukan ritme hingga finis ke-15 serta meraih satu poin.
Tambahan satu angka tersebut menempatkan Morbidelli di peringkat ke-16 klasemen sementara dunia dengan total 57 poin. Catatan ini menjadi modal berharga baginya sebelum menutup perjalanan karier balap musim ini.
“Hari dimulai secara rumit karena kami harus memadatkan jadwal tiga hari dalam 20 menit demi mengubah segala keputusan terkait ban," ungkap Franco Morbidelli, mengutip keterangannya, Senin (5/10/2026)
"Sensasi balap membaik di paruh kedua dan saya bisa mencetak lap cepat. Sekarang kami langsung fokus ke balapan Mandalika, ajang yang amat penting karena menjadi GP kandang bagi tim kami," tegas Franco.

Nasib kurang beruntung dialami Fabio Di Giannantonio yang mengawali laga Motegi dari baris kedua. Akibat insiden kecelakaan pada sesi Sprint sehari sebelumnya, kondisi fisiknya yang belum pulih membuatnya melorot.
Pembalap asal Roma itu berjuang keras menahan rasa sakit hingga garis finis dan berada di urutan ke-18. Meski gagal menambah poin di Jepang, Di Giannantonio masih bertahan kokoh di posisi keenam klasemen dengan 230 poin.
“Saya tidak dalam kondisi fisik ideal, saya berharap lebih baik usai istirahat malam. Namun pagi ini saya kesulitan mengendarai motor dengan nyaman, terutama sisi kanan tubuh," kata Fabio Di Giannantonio,” tutur Diggia.
"Rasa sakit di rusuk dan panggul masih terasa saat bermanuver. Jadwal tur Asia yang ketat ini tidak mudah, tetapi kami akan berusaha maksimal agar tampil dalam kondisi terbaik di balapan rumah Mandalika," tambahnya.

Sementara itu, Manajer Tim Pablo Nieto menyayangkan nasib sial Fabio yang sebenarnya berpotensi meraih podium tanpa insiden Sprint. Meski demikian, ia mengapresiasi daya juang kedua rider di tengah situasi yang tak menguntungkan.
"Mandalika adalah balapan kandang kami, sangat penting bagi Fabio untuk pulih secara fisik. Untuk Franco, kami wajib terus bekerja keras agar bisa menyelesaikan balapan secara solid dari awal hingga finis," ucap Nieto.
GP Jepang mencatatkan rekor kehadiran 121.997 penonton sepanjang akhir pekan. Antusiasme tinggi Motegi diprediksi akan tersamai atau bahkan terlampaui oleh gelombang keriuhan pendukung balap di Mandalika, Lombok.
Mandalika siap menyajikan panggung emosional bagi Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Ajang ini menjadi sejarah perpisahan manis bagi Morbidelli dari MotoGP serta penutup kisah Di Giannantonio sebelum hijrah ke Red Bull KTM.