mobilinanews (Qatar) - Jorge 'Martinator' Martin benar-benar seorang petarung. Seperti di GP Malaysia, ia memaksakan diri tampil di GP Qatar meski kondisi fisik belum sembuh 100%.
Ia tsrjengkang di GP Australia saat tarik-- tarikan ketat dengan Marc Marquez di sesi sprint race. Tulang pergelangan tangan kananya patah. Meski begitu ia paksakan tampil di GP Malaysia meski akhirnya menyerah di phase kualifikasi Q1. Saat itu ia langsung pulang ke Spanyol untuk urusan terapi.
Kini Martin juga bertekad tampil di GP Qatar. Kesehatannya belum pulih tetapi istirahat beberapa hari usai seri Malaysia membawa sedikit perubahan, setidaknya kondisi fisiknya secara umum lebulih baik dibandingkan saat tiba di Malaysia.
"Saya tak lagi terlalu memberikan gelar kejuaraan dunia. Selagi bisa saya selalu bertanding sampai titik darah penghabisan. Ini saya lakukan bukan hanya untuk saya tetapi untuk tim dan semua orang yang mendukung saya," katanya kepada GPone.
"Saya akan lakukan yang terbaik. Ini adalah prinsip dalam hidup dan prinsip dalam olahraga ini. Saya dan Aprikia akan bersiap dan mari lihat sejauh mana kami bisa melaju."
Kehadiran Martinator membuat ketegangan lembali memuncak dalam hal perebutan gelar juara dunia 2026. Tadinya Marquez diperkirakan akan mudah mencetak gelar di Qatar jika Martin absen. Tapi, dengan Kehadiran Martin dengan kondisi kesehatan sudah membaik meski belum 100% maka ia bisa menunda kepastian Marquez meraih gelar juara dunia 2026.
Unggul 44 poin atas Martin, Marquezĺ butuh 30 poin di Qatar untuk memastikan gelar. Jumlah yang tadinya diprediksi bisa diraihnya jika Martin absen di Qatar. Ada 37 poin yang tersedia di P1 sprint dan P1 main race.
Tapi, Martin ternyata memilih coba tarubg di Qatar daripada beristirahat di rumah. Tekadnya tak muluk, tapi sekadar mencoba hasil terbaik yang bisa dipetik.
Kehadiran Martin memang masih membuka peluang Marquez mencetak gelar di Qatar. Tapi, hitungannya berubah. Jika Martin bisa finish k8dan meraih 8 poin atau lebih dari sesi sprint dan main race maka Marquez harus ikhlas jika harus menunggu seri GP Portugal untuk meraih rekor 8 gelar MotoGP.
Jadi, kalaupun misalnya Marquez bisa double winner di Qatar, menjuarai sprint dengan ganjaran 12 poin dan juga menang di main race dengan poin 25 maka ia belum bisa dinyatakan pemegang teofi juara dunia 2026 jika saat sama Martin bisa meraih 8 poin saja dari sprint maupun main race.
Dan, situasi itulah yang diinginkan Aprilia dan Martin.