MotoGP 2026 Qatar: Aprilia Pasang Marco Bezzecchi Hajar Marc Marquez. Cukup 6 Besar Buat Jorge Martin

Sabtu, 07/11/2026 08:30 WIB | Rulin purba
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi (Aprilia), misi tumbangkan Marquez di Lusail.
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi (Aprilia), misi tumbangkan Marquez di Lusail.

mobilinanews (Qatar) - Sangat masuk akal jika Aprilia tugaskan Marco Bezzecchi untuk `menghajar` Marc Marquez pada race weekend GP Qatar pekan ini. Soal dampak urusan belakang.

Bezzecchi punya kecepatan kompetitif untuk melawan Marquez jika ambil patokan pada speed mereka di sesi Practice, sesi dimana pembalap menggeber kecepatan maksimal  masing-masing untuk meraih tiket otomatis ke kuakifikasi Q2. Marquez unggul tapi dengan marjin hanya 0,082 detik.

Maka sangat realistis buat Aprilia untuk memasang Bezzecchi untuk fight keras  melawan Marquez dan pada saat yang sama menargetkan Jorge Martin bermain di 6 Besar saja untuk menunda perjalanan Marquez mencetak gelar 2026.

Kemungkinan skenario itu sudah terbaca oleh Marquez. Ia sudah mewanti-wanti dirinya sendiri agar waspada kepada Bezzecchi. 

"Ia akan balapan tanpa beban, nothing to loose. Dalam situasi seperti itu bisa muncul kesalahan," kata Marquez, kesalahan yang bisa berakibat buruk buat Marquez atau keduanya.

Betul. Bezzecchi sudah bilang akan pertaruhkan segalanya untuk ikut membatalkan perayaan Marquez yang sudah disiapkan jika memastikan gelar di Qatar.

"Saya tak lagi memikirkan poin saya di kejuaraan dunia. Saya bertarung untuk tim sampai tuntas," tegas Bezzecchi. 

Kalah 67 poin di klasemen memang butuh keajaiban buat Bezzecchi untuk bertarung berebut gelar tahun ini. Ia harus mengalahkan Marquez dengan selisih minimal 8 poin di Qatar untuk menunda gelar lawan.

Bisa diraih?

Yang penting harus kalahkan Marquez lebih dulu. Soal bisa menang dengan selisih poin sebanyak itu soal nanti.

"Yang penting saat ini buat Aprilia adalah menunda rival merayakan gelar di Qatar. Seperti tekad pembalap kami, kami akan kerahkan seluruh potensi untuk mewujudkan itu," tegas Paolo Bonora, manajer tim Aprilia.

Performa Martin belum 100% karena cedera, maka beban untuk mengalahkan Marquez ada pada Bezzecchi. Terlebih karena kecepatannya yang bisa dibilang berimbang dengan lawan.

Dengan bermain lepas tanpa beban, potensi Bezzecchi terbuka untuk fight keras. Sebaliknya buat Marquez, kudu hati-hati dalam partai yang krusial ini. Jika terjadi crash maka segala kemungkinan dalam perburuan gelar kembali semakin terbuka buat lawan.

Untuk mematangkan skenario itu maka hal penting pertama yang harus dilakukan Aprilia adalah memastikan motor Bezzecchi bersaing dalam sesi kualifikasi pada Sabtu (7/11) malam nanti. Ideal sekali jika meraih pole position dan tetap ideal jika punya posisi start berdekatan dengan Marquez. 

"Untuk Martin kami tak mau ambil resiko. Tangan kanannya masih bermasalah saat pengereman, akselerasi dan saat menahan keseimbangan motor di dalam tikungan," imbuh Bonora.

Itu sejalan dengan pemikiran Martin. Mendapat posisi start di second row atau posisi start 4, 5 atau 6, katanya sudah cukup bagus untuk memulai balapan. Itu adalah target realistis karena di dua sesi awal ia finish P5 dan P7.

Dan, buat Martin, meraih 8 poin saja sudah cukup untuk membatalkan Marquez mengunci gelar di Qatar. Dan, itu akan lebih menguntungkan jika di saat sama Bezzecchi bisa mengalahkan Marquez dengan selisih poin berapa saja.

"Tangan kanan saya masih kesakitan saat pengereman, membetot pedal gas dan saat rebah di dalam tikungan. Tapi, saya siap balapan dengan rasa sakit itu," ujar Martin yang dipastikan akan gunakan pain killer atau obat penahan rasa nyeri.

Ia berharap obat itu bisa membantunya sepanjang sprint race 11 putaran dan main race 22 laps.

Sesi kuakifikasi Q2 berlangsung malam ini pukul 19.05 WIB dan lanjut dengan perebutan poin di sprint race. Ayo dinanti, drama macam apa yang akan tersaji!