Titik Titik Rawan Macet Di Jalur Pantura

Kamis, 24/12/2015 11:25 WIB |
Kepadatan menuju Pantura selepas Tol Cipali akan mencapai puncaknya 24 Desember ini
Kepadatan menuju Pantura selepas Tol Cipali akan mencapai puncaknya 24 Desember ini

mobilinanews (Brebes) - Libur natal dan tahun baru 2016 di telah depan mata. Sejumlah persiapan menuju luar kota mungkin sudah dilakukan secara matang. Mobilinanews melakukan perjalanan darat menuju Jogjakarta (23/12) guna memantau beberapa titik rawan macet.

Kemacetan awal telah dimulai dari Tol Jakarta- Cikampek.  Ruas tol Cikunir menjadi titik pertemuan arus dari segala penjuru Jakarta menuju arah Jawa. Antrian panjang kendaraa terlihat dari Interchange Cikunir sampai gerbang tol Cikarang Utama.

Selanjutnya pintu tol Cikopo siap menghadang para pengendara karena kepadatan untuk membayar tol masuk Cipali dan berakhir di gerbang tol Palimanan. Sebagai antisipasi, gerbang tol Sumberjaya akan menjadi alternatif menuju ke Palimanan atau Cirebon kota.

Gerbang tol Ciperna dan Mertapada merupakan titik vital di mana para pengendara akan memadati dua gerbang tol itu sebelum mengarah ke Pantura atau jalur selatan mengarah ke Purwokerto. Waspadalah ketika memasuki Tol Cipali disebabkan sedang ada penambalan jalan di beberapa titik yang membuat para pengemudi menurunkan kecepatan demi menghindari pekerjaan yang belum selesai.

Bottleneck juga menjadi halangan pengendara di rel kereta api Pejagan karena pertemuan arus antara pengendara asal Cirebon menuju Jawa Tengah via Pantura dengan pengendara asal Tol Cipali - Pejagan. Brebes dan Pekalongan akan menjadi titik macet yang disebabkan oleh pasar tumpah.

Sementara Tol Semarang - Bawen juga menjadi titik kepadatan lainnya bagi Anda yang bertujuan ke Jawa Timur disebabkan pertemuan arus dari Surabaya dan Jakarta menuju Solo - Yogya.

Karena kondisi jalan terbilang macet, maka jangan memaksakan diri jika merasa lelah. Manfaatkanlah fasilitas umum seperti Pom Bensin ataupun masjid untuk beristirahat. Tetap aman berkendara ya. (Teks dan Foto Berto Pramadya)