Farhan Maulana Siap Bersaing Di Kelas Pro Drifting Nasional

Jum'at, 01/04/2016 05:00 WIB |

mobilinanews (Jakarta) – Namanya Mohammad Farhan Maulana. Boleh dibilang sebagai the best rookie di dunia drifting berkat keberhasilannya menjadi juara pertama 2 event drifting di Yogyakarta dan Surabaya tahun lalu.

Kini, anak muda yang tergabung dalam Kuja Motorsport GT Radial Drifting tersebut siap bersaing dengan naik kelas Pro. Targetnya? “Bisa bersaing dengan para drifter di kelas Pro. Tentu tidak mudah mengalahkan Amandio atau Rio Saputro. Yang lebih penting, membawa mobil dengan baik. Juara itu bonus,” ujarnya pada preskon di Jakarta, Rabu (30/3).

Berlaga di ajang international? “Nanti dulu, di kelas nasional berjuang sebaik mungkin. Kalau sudah oke, baru berpikir ikutan event drift di luar negeri,” sambar Farhan.

Apa modalnya terjun ke ajang Pro selain prestasi gemilang tahun lalu sebagai rookie? Sttt, Farhan hanya berbisik kepada beberapa orang saja. Salah satunya dengan menaikkan horse power mobilnya dari 500 menjadi 800 hp. Mobil pun ditangani sang master teknik, Purba dari Bening Motorsport.  

Meski relatif baru, Farhan langsung dilirik para sponsor. Yakni GT Radial dan pelumas Evalube. “Kami memang sudah memperhatikan Farhan. Ternyata dia cocok dengan filosofi kami ; pebalap yang komit dan attitude bagus. Juara itu proses,” ungkap Rizky, Brand Assistent GT Radial. Rizky juga menghadirkan Yulian Yohan dan M Rully Armando sebagai brand ambassador GT Radial di acara preskon.

Lucky Resha, senior drifter Indonesia yang datang di preskon, menyebut kiprah Farhan menghebohkan dunia drifting Indonesia. “Salut Farhan menggelar preskon, dan menyatakan akan berkiprah di ajang drifting nasional. Menariknya, tahun ini bakal ada banyak event drifting. Selain paling dekat drift war di IIMS Kemayoran, Jakarta, 3 kejurnas dan ada beberapa event lagi,” sebutnya.

Padahal Farhan memulai belajar drifting dari menonton film dan video. Tahun 2011 mulai ikutan drifting. Namun 2013 disekolahkan Eddy Kumaidi, sang ayah ke Jepang tentang budaya. Namun berkenalan dengan drifter Jepang di media sosial, membuatnya makin kesengsem drifting.

“Awalnya mau sekolah budaya. Tapi malah serius drifting. Sebagai orang tua saya mendukung dengan membentuk tim Kuja Motorsport. Di Jepang, drifting difasilitasi. Kalau di sini karena kekurangan venue, akhirnya malam-malam ngedrift di jalanan. Harapannya, pemerintah memfasilitasi drifting biar lebih maju,” sebut Eddy Kumaidi, sang ayah.

Semoga.