F1 2026: Serius Ikut Balap F1, BYD Gandeng Christian Horner Sang Legenda Red Bull Racing

Kamis, 21/05/2026 08:37 WIB | Rulin purba
Christian Horner bersama VP BYD Stella Li. (Foto: planetf1)
Christian Horner bersama VP BYD Stella Li. (Foto: planetf1)

mobilinanews (Inggris) - Produsen mobil   raksasa China, BYD, semakin serius menjajaki hasrat mereka bertarung di kancah balap F1. Caranya dengan membeli tim yang sudah ada, bahkan juga siap membentuk tim sendiri.

Hasrat BYD menuju F1 merebak saat seri balap.ini masuk GP China di Shanghai pada awal.musim lalu. Tapi, saat itu kesannya sekadar cari panggung saja.

Ternyata serius. Itu diperlihatkan bos besar BYD yang menjabat sebagai Vice President, Stella Li. Wanita karir yang mengaku penggemar F1 ini belakangan aktif melobi berbagai pihak untuk membuka jalan BYD memasuki F1.

Tak main-main, Stella menggandeng Christian Horner yang mantan prinsipil tim Red Bull Racing dan sukses membawa Sebastian Vettel dan Max Verstappen meraih masing-masing 4 gelar juara dunia. Horner yang menjadi mitranya.

"Saya suka Formula 1 karena ini tentang gairah dan budaya, dan banyak orang bermimpi untuk berada di Formula 1," ucap Stella dan menegaskan kesempatan berada di grid F1 akan menjadi ajang tes teknologi yang dimiliki dan dikembangkan BYD.

Stella sudah melobi CEO Formula One Management (FOM) Stefano Domenicali, juga menghadap President FIA Mohamed Ben Sulayem. Ia juga hadir sebagai tamu khusus di ajang balap Formula E seri Monaco lalu, jadi tamu istimewanya Libery Global sebagai pemilik event FE.

Tapi, jalan yang harus ditempuh BYD tak mudah. Bakal berliku seperti Cadillac yang baru tahun ini menjadi tim ke-11 di F1 setelah bebeberapa dekade lamwnya peserta F1 dibatasi hanya 10 tim.

Hanya 2 cara yang tersedia. Yakni membeli tim yang sudah eksis atau membentuk tim ke-12.

Untuk opsi pertama Stella dan Horner sudah beberapa kali bertemu dengan pucuk pimpinan tim Alpine. Tak mudah membeli saham tim yang berafiliasi pada pabrikan Renault itu. Pasalnya, Mercedes yang memasok mesin ke Alpine juga berniat membangun 'tim kedua' di F1 seperti Red Bull dan yang dibidik adalah Alpine.

Opsi kedua, yakni membentuk tim sendiri, juga tak mudah karena harus dengan persetujuan seluruh tim yang sudah ada. Ini kaitannya dengan bagi-bagi keuntungan tim dengan penyelenggara F1.

Dikutip dari media planetf1, Ben Sulayem tidak keberatan jika ada tim ke-12 sepanjang para pemilik tim dan FOM memberi lampu hijau. Soal bagi-bagi keuntungan, katanya, harusnya tidak masalah karena kue yang dibagikan juga semakin besar.

Sang presiden juga menjabarkan aspek positif bagi F1 jika ada tim yang berasal dari pabrikan  China. Bukan hanya dari aspek kompetisi motorsport-nya tetapi juga keberlangsungan bisnis F1 jangka panjang.

Belum diketahui peran sesungguhnya Horner jika nantinya BYD mendapat jatah kursi di tim F1. Apakah ia bekerja sebagai prinsipil tim, penasehat atau sangat mungkin sebagai pemilik saham juga karena uang pesangonnya tahun lalu dari Red Bull sangat besar dan diperkirakan masih utuh.(r)