Cara Cari Sponsor Buat Pembalap Muda

Minggu, 31/07/2016 17:27 WIB |
rwan Ardiansyah cerdik menjual popularitas Sheva. Tapi tidak sungkan terima sponsor berupa barang.
rwan Ardiansyah cerdik menjual popularitas Sheva. Tapi tidak sungkan terima sponsor berupa barang.

Mobilinanews (Yogyakarta) - Mencermati Sheva Anela Ardiansyah, ada hal lain, selain kecantikannya yang menonjol. Sebagai pembalap muda dan masih junior, jersey dan motor Sheva sudah dipenuhi logo dan nama produk. Crosser anak Irwan Ardiansyah ini banyak di support pihak sponsor.

Ini tak lepas dari kecerdikan si Bapak memanajeri Sheva. Kecerdikan Irwan Ardiansyah bisa jadi contoh buat mencari sponsor untuk pembalap muda. Cewek 11 tahun ini jadi lahan jualan yang laris.

"Harus pakai cara khusus untuk mencari sponsor buat pembalap muda," buka Dian, sapaan si Bapak yang juga mantan juara nasional Motocross.

So, kunci pertama, kata Dian, adalah si manajer. Dia yang jual si pembalap ke calon sponsor. "Prestasi memang jadi jualan ke sponsor. Tapi ketenaran lebih penting. Kan produk mau ikut tenar, selain buktikan kualitas mereka bagus," bilangnya.

Sebagai kunci kedua, Dian menyebut pemihan sponsor yang pas amat penting. Ini menyangkut kemajuan prestasi pembalap.

Seperti sponsor Sheva, ada nama produsen helm KYT, ban IRC, Pengusaha Haji Tjandra mendukung aktifitas balap Sheva. Ada juga produsen apparel DC shoes, 69 Slam dan Ardians mx gear yang mendukung penampilan pelajar SD Ungaran, Yogyakarta itu.

"Sebagai pembalap pemula, wajar kita disupport produk sponsor. Belum berupa materi. Tapi, ini tantangan agar kita bisa memasarkan produk-produk itu. Jadi jangan berkecil hati, bahkan menolak sponsor produk," aku Dian lagi.

Untuk itu, manajemen Sheva memanfaatkan media sosial sebagai etalasenya. Ini strategi ketiga untuk menggaet sponsor. Aktif di semua aplikasi sosmed semata menambah ruang buat orang melihat sponsornya.

"Sheva aktif di sosmed. Followernya sudah ribuan. Ada postingnya yang disukai 3.000 orang. Artinya, 3.000 orang.itu jadi kenal produk yang dipakai Sheva," beber Dian.

Intinya, pembalap dan sponsor harus saling bantu. Pembalap kudu tenar agar sponsor bisa nebeng bikin ngetop produknya. Lalu pembalap bisa 'numpang hidup' dari jualan produk si sponsor.

(Teks : Aries Susanto; Foto : Istimewa)

KATA KUNCI