mobilinanews.com (Jakarta) -
Gaikindo mengaku enggan dan kapok mendapatkan teguran dari World Trade Organization (WTO) perihal mobil nasional (mobnas).
Tahun 1998 tepatnya 22 April, teguran keras WTO, disampaikan ketika pemerintah saat itu mencanangkan KIA Sephia menjadi Mobnas, yang beralih nama menjadi Timor.
Hal ini dianggap WTO sebagai perlakuan diskriminatif bagi perusahaan lain atas tindakan pemerintah era Presiden Soeharto, yang meng-anakemas kan PT Timor Putra Nasional (TPN) selaku produsen mobnas.
"Saya tidak bisa berkomentar banyak soal mobnas, yang terus menjadi dilema. Teguran WTO saat itu merupakan hantaman bagi Gaikindo. Lagi pula pemerintah belum pernah memanggil Gaikindo mengenai wacana mobnas," tegas Sudirman MR.