mobilinanews (Jakarta) - Hadirnya Toyota Calya sebagai kendaraan keluarga entry level diprediksi sebagian orang akan mempengaruhi mobil lainnya, termasuk model dari Toyota sendiri.
"Penurunan penjualan model lain Toyota sudah diantisipasi saat merencanakan kelahiran Calya. Contohnya Agya yang tadinya di angka 4.000 unit per bulan, sekarang turun di 3.000 unit per bulan," kata Anton Jimmi Suwandy, Executive General Manager Area Management PT Toyota Astra Motor (TAM) beberapa waktu lalu di Semarang.
Namun prediksi ini meleset untuk Toyota Avanza. Pasar dari abang Calya ini tidak tergerus terlalu besar seperti yang dikhawatirkan. "Avanza tetap membanggakan. Dimana sebelum ada Calya penjualannya di angka 10.000 unit per bulan. Saat Calya hadir tadinya kita duga akan turun di level 8000-7000 unit per bulan, tapi kenyataannya hanya turun sedikit di angka 9.700 unit per bulan," lanjut Anton Jimmi.
Bahkan diakuinya SPK Avanza di bulan Agustus mencapai level 14.000 unit, selisih 2.000 unit dengan Calya di level 16.000 unit.
"Jujur ini diluar ekspektasi kita, utamanya di luar daerah. Bahkan di Nasmoco sendiri (dealer utama Toyota wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta) sekarang stok Avanza sudah sangat berkurang. Ini yang sekarang harus kita antisipasi, bagaimana menyuplai Calya sekaligus Avanza."
Masih tingginya minat konsumen akan Avanza menurut Anton dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pertama adalah konsumen sudah terbiasa dengan Avanza, mulai dari fitur-fiturnya, kenyamanannya, atau dari segi ground clearance konsumen lebih pilih Avanza.
Kedua aku Jimmi adalah kecenderungan konsumen fleet yang lebih memilih Avanza. "Meski kita sudah kita infokan soal Calya, bahkan beberapa yang sudah mencoba produknya, tetap memilih Avanza karena sudah terbukti," jelas Anton Jimmi yang ikut menemani journalist test drive Calya di Semarang, Rabu (14/9).
Faktor ketiga adalah fenomena online taksi di kota-kota besar. Disebutkan Anton Jimmi meski belum ada data-datanya, namun kelihatannya Avanza masih menjadi pilihan terbaik dibanding Calya.
"As the total kita merasa cukup happy, karena jelas ini menambah market share kita. Buat kami apapun model yang laris, selama itu masih dalam keluarga Toyota, kita pasti happy," pungkasnya.
Untuk persoalan stok Avanza yang kian menipis saat ini, Toyota telah melakukan koordinasi dengan Daihatsu untuk menambah produksi Avanza. Dari level produksi 7.000 - 8.000 unit, naik ke angka 10.000 unit tergantung dari demand. (Zie)