motorinanews - Lesunya perekonomian bisa dilihat dari penurunan minat beli konsumen terhadap kendaraan baru dan bekas. Untuk tetap hidup dalam kondisi tersebut, bisanya nilai jual motor-motor premium seperti moge yang notabene lebih sedikit peminatnya akan ikut merosot demi tetap bisa merebut pasar ini.
Jika kita bisa ambil keuntungan dari kondisi ini, berburu moge seken lebih menguntungkan, apalagi moge idaman yang kita mimpikan selama ini harganya terjun payung di lantai bursa motor seken.
Seperti apa yang dikatakanan Alpha, pemilik bengkel moge di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Merasa pasar motor bekas terasa lesu yang berdampak pada penurunan harga jual motor gede, "Sekarang lagi susah duit, saatnya beli moge seken," ucap Alpha yang juga bergabung dalam komunitas Motor Besar Club.
Kendati harga moge turun, ada baiknya jangan tergesa-gesa untuk mendapati moge-moge incaran, teliti dahulu kelengkapan fisik dan surat-surat. Bisanya pada moge seken, selisih harga moge No Peper (NP) bisa setengahnya dari yang bersurat.
Misalkan H-D Sportster Aniversary 100th rakitan tahun 2003, di bursa motor bekas NP harga berada di kisaran Rp 110-140 jt, jika bersurat nerada di sekitar Rp 200an juta. "Yang lebih anjlok Ducati Monster, tahun 2012 surat bisa dapat harga Rp130 jutaan, Diavel Carbon 2011-2013 kisaeran Rp 300jt." kata Alpha yang juga banyak memilik stok moge untuk dijual.
Untuk pengecekan surat sebaiknya cek fisik langsung ke Samsat untuk menghindari dari potong tempel nomor rangka dan mesin. Hal ini dilakukan tentunya setelah mengecek terlebih dahulu kondisi rangka, mesin, dan kelistrikan, yang bisa berpengaruh pada sensor. Jangan lupa juga lakukan test ride untik menguji kestabilan mesin dan bodi motor ketika berjalan. Happy hunting! (Teks & Foto : Tigor)