Maher Algadri Genap 80 Tahun, Para Sahabat Balap dan Reli Kumpul di Balai Sarwono

Kamis, 10/09/2026 08:54 WIB |

Jakarta, MOBILINANEWS.COM – Jauh sebelum dunia motorsport Indonesia mengenal nama-nama besar seperti sekarang, Maher Algadri sudah lebih dulu merasakan kerasnya persaingan di lintasan. Pada dekade 1970-an, ia aktif sebagai pembalap dan perally, menjadi bagian dari generasi awal yang ikut membentuk kultur balap dan reli di Indonesia.

Lebih dari lima dekade kemudian, Maher kembali berkumpul dengan orang-orang dari dunia yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Memasuki usia 80 tahun, ia merayakan ulang tahun secara sederhana di Balai Sarwono, Jalan Madrazah No.14, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu malam (9/9/2026).

Sejumlah tokoh motorsport dari berbagai generasi hadir, mulai dari pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI), pembalap, perally, kolektor mobil hingga pelaku industri otomotif. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi para sahabat yang mengenal Maher sejak era ketika balap dan reli Indonesia belum berkembang seperti sekarang.

Dari jajaran Ikatan Motor Indonesia (IMI), hadir Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto, Wakil Ketua Bidang Mobility Oke Junjungan, serta anggota Badan Pengawas IMI Dolly Indra Nasution.

Sejumlah pelaku balap dan otomotif juga hadir, antara lain Tomi Hadi dari Gazpoll Racing, Lilik Mardianto yang dikenal sebagai pembalap sekaligus kolektor mobil, serta Arie Hermanto, perally dan pengusaha kapal. Hadir pula Dodo TS, Dani Sarwono, Bambang Sudirdja, Ismail Johan, Simon Hutagalung, Iwan Poniman, Djangkung Bimantoro dan Rio Sarwono, Chepot Haniwiano dan Chandra Alim.

Bagi generasi yang mengenal sejarah balap Indonesia, Maher merupakan bagian dari era ketika balap dan reli masih berkembang dengan dukungan komunitas dan jaringan personal. Dari aktivitas di lintasan, ia kemudian melanjutkan perjalanan profesionalnya sebagai pengusaha dan dikenal memiliki keterkaitan dengan Kelompok Usaha Kodel.

Dari Lintasan ke Dunia Usaha

Perjalanan Maher menarik karena berlangsung di dua lingkungan yang memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan keberanian mengambil keputusan dan membangun jaringan. Di dunia balap dan reli, ia menjalani kompetisi pada era 1970-an. Setelah itu, aktivitas profesionalnya berkembang ke dunia usaha.

Hubungan dengan komunitas otomotif pun tidak terputus. Kehadiran sejumlah pembalap, perally, kolektor mobil dan pengurus IMI pada perayaan ulang tahunnya menjadi salah satu buktinya.

Dunia otomotif yang dahulu digeluti Maher juga telah mengalami perubahan besar. Dari era balap 1970-an, motorsport Indonesia kini berkembang dengan berbagai kategori kompetisi, tim profesional, sponsor dan industri pendukung. Maher menjadi salah satu saksi perubahan tersebut.

Selain tokoh otomotif, sejumlah pengusaha juga hadir dalam perayaan tersebut. Di antaranya Fuad Bawazier, Komisaris Utama Mind ID, Ramdani Basri, pengusaha jalan tol, serta Samari Alatas, komisaris dari kelompok usaha Jasa Marga.  Lalu ada Faisal Kemal yang dikenal sebagai pengusaha Kapal & hotel, Petrus Tjandra pengusaha sawit.

Dari keluarga, hadir Sadik Algadri, adik kandung Maher yang dikenal sebagai juara judo nasional. Turut hadir Asri Hadi, Pemimpin Perusahaan Media Indonews.id.

Pertemuan tersebut memperlihatkan luasnya jaringan persahabatan Maher yang dibangun sejak masa mudanya, terutama melalui olahraga otomotif dan dunia usaha. Bagi seorang pelaku otomotif, delapan dekade bukan sekadar angka usia. Maher telah melewati sejumlah fase penting dalam perjalanan motorsport Indonesia.

Ia mengenal dunia balap dan reli ketika olahraga tersebut masih jauh dari ekosistem profesional seperti sekarang. Setelah lebih dari lima dekade berlalu, Maher masih berada di tengah lingkungan yang sama, meski dengan generasi dan wajah yang berbeda.

Perayaan sederhana di Balai Sarwono menjadi pertemuan lintas generasi tersebut. Para sahabat datang untuk merayakan ulang tahun, sekaligus mengenang perjalanan panjang seorang Maher Algadri—pembalap, perally, pengusaha, dan salah satu nama yang menjadi bagian dari sejarah panjang otomotif Indonesia.