motorinanews - Untuk menentukan sebuah ban yang berkualitas tidak bisa hanya dilihat dari segi fisiknya saja. Semua ban harus melalui uji coba, baik dilakukan oleh produsen ban itu sendiri atau pengujian ban dari pihak yang bekerja secara independen (3/6).
Dengan alasan itulah TUV Rheinland (perusahaan independen yang bergerak di bidang pengujian ban) hadir di Indonesia dengan meresmikan laboratorium khusus untuk menguji segala jenis ban kendaraan mulai dari ban motor hingga ban truk.
Ruddy Herlawanto selaku GM Mobility TUV Rheinland Indonesia mengatakan, setiap ban yang dipasarkan harus memenuhi standar peraturan. "Standar itu bisa dari manufaktur, nasional, serta internasional. Bergantung ban itu akan dijual di negara mana. Selama ban itu memenuhi standar safety dan performance, sudah layak untuk dijual ke masyarakat,” kata Ruddy pasca peresmian leboratorium di Tangerang Selatan, Banten.
Lebih jauh Ruddy mengungkapkan, Laboratorium pengujian ban independen dari kami bisa mendukung produsen ban dalam mendapatkan second opinion produk mereka. "Pengujian ban yang dilakukan ini semata-mata agar masyarakat benar-benar mengetahui ban yang mereka gunakan. Karena dengan di uji secara independen hasilnya mutlak dan tidak berpihak. Laporan yang dikeluarkan juga berdasarkan hasil pengujian murni," tambahnya.