PT Ademax Ambil Alih Pengelolaan Sirkuit Sentul !

Senin, 23/02/2015 15:17 WIB |
mobilinanews.com (Jakarta)- Setelah 25 tahun dikelola PT Sirkuitindo Sarana Utama (SSU), mulai Rabu (18/2) lalu sirkuit Sentul yang terletak di Citereup, Bogor, resmi dikelola perusahaan baru. Nama perusahaan itu PT Ademax Indra Utama, dengan Dandy Rukmana sebagai komisaris utama.

Pengambil alihan itu ditandai penandatanganan persetujuan oleh Hutomo Mandala Putra selaku komisaris utama dengan H Tinton Soeprapto selaku direktur utama PT SSU di Gedung Granadi, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Saat dipanggil Hutomo MP itu, Tinton didampingi Lola Moenek, GM sirkuit Sentul. Gedung Granadi merupakan kantor putra bungsu mantan Presiden RI Soeharto ini.

Kasak-kusuk soal pergantian pengelolaan itu pun santer saat berlangsung Kejurnas Gokart di Sentul, Minggu (22/2). Ketika hal itu ditanyakan kepada Chandra Alim, pembalap senior itu juga mengaku mendengarnya. “Ya, yang saya tahu sih PT Ademax itu berhak atas pengelolaan sirkuit dan fasilitas pendukungnya, termasuk paddock, medical centre, tower hingga hospitality hingga 10 tahun ke depan,” ujar Chalim, sapaan karibnya kepada mobilinanews.

Chalim yang berada di sirkuit gokart Sentul mendampingi anaknya mengikuti kejurnas gokart, mengaku baru saja bertemu Tinton Soeprapto untuk menyerahkan dokumen dari Hutomo MP untuk ditanda tangani pria yang identik dengan balap dan sirkuit Sentul itu. “Saya hanya massenger (pembawa pesan) aja. Tugas saya hanya nganterin surat saja,” tambah Chalim lagi.

Seperti diketahui, sejak diresmikan pada 1990, pengelolaan sirkuit Sentul oleh SSU yang dikomandani Tinton Soeprapto. Sirkuit dengan panjang 3,965 km dan memiliki 11 tikungan itu pernah menggelar event MotoGP, World Superbike, A1GP dan beberapa event balap internasional lainnya.  

Namun sejak beberapa tahun terakhir, sirkuit yang pernah melahirkan pembalap Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto itu gagal menggelar event internasional. Beberapa event roda empat dan roda dua dari Eropa yang sudah dijadwalkan terpaksa batal karena dianggap tidak memenuhi syarat. Yang paling fatal kondisi aspal yang mengelupas di sana sini dengan ditambal pakai cairan semen. Dengan kondisi itu, sirkuit Sentul gagal mencapai grid 2.

Apakah masuknya manajemen baru PT Ademax Indra Utama menandai berakhirnya era Tinton Soeprapto menguasai sirkuit Sentul? Kita tunggu saja.