motorinanews (Jakarta) – Hari ini Indonesia, negeri kita tercinta, tepat merayakan 70 tahun kemerdekaan. Selama perjalanan tersebut, dunia otomotif pun memiliki benang merah dalam sejarah perjalan bangsa. Di antaranya adalah ketika perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka, Bandung, tanggal 18-24 April 1955, dimana mobil produksi General Motors (GM) seperti Playmouth Belvedere, Opel Kapitan dan Opel Kadett menjadi kendaraan pendukung pelaksanaan KAA.
Itu kalau di dunia mobil. Nah, kalau di dunia roda dua alias motor, salah satu momen legendaris dari Vespa Congo. Dinamakan Vespa Kongo di dalam negeri, karena motor merek asal Italia tersebut diberikan sebagai penghargaan pemerintah Indonesia kepada seluruh pasukan perdamaian Garuda III (1962 – 2963) yang bertugas di Kongo.
Meski merek Vespa berasal dari Italia, namun Vespa Congo justru dibuat di Jerman dan memiliki bahan plat yang lebih keras dibanding Vespa bulat pada umumnya yang dibuat di Italia. Beberapa ciri dari Vespa Congo adalah spakbor depan bulat tanpa sambungan, velg depan tromol 10-inchi, ada tonjolan di sambungan kopling di setang sebelah kiri, spidometer kotak, dan mestinya ada lambang Garuda bagian bodi kiri depan (sudah jarang yang ada). Di BPKB juga ada tulisan ex Brigade Garuda III.
Mengingat reputasinya yang bersejarah, Cespa Congo menjadi target buruan kolektor Vespa. Meski sulit didapatkan, asumsi harganya cukup mudah ditemui di internet, yaitu di kisaran Rp 32 juta – Rp 34 juta.
Berminat...