Marquez Banyak Dijagokan Pengamat, Rossi Optimis Rebut Sisa Seri Dengan Hasil Maksimal

Jum'at, 05/08/2016 17:33 WIB |

motorinanews - Awalnya Valentino Rossi mengakui bakal kesulitan dengan perubahan regulasi yang terjadi di MotoGP 2016, seperti pergantian produsen ban dari Briggeston ke Michelin dan penggunaan Electronic Control Unit (ECU) standar bawaan pabrikan motor ke Magneti Marelli.

Dua perubahan ini yang dikhawatirkan Rossi dan sebagian besar pebalap. Rossi menilai ECU standar membuat motor jadi lebih lambat ketimbang musim sebelumnya. Serta harus ada penyesuaian panjang menganail karakter peralihan penggunaan ban saat ini. Seiring berjalannya seri GP 20016 ini ketakutan akan kesulitan dari Michelin dan ECU standar justru tak ia temui sejauh ini.

"Kami menguji tiga hingga empat kali ban Michelin tahun lalu dan itu memberi banyak kekhawatiran sebab kami jadi lebih lambat, sering jatuh, dan tidak punya cengkraman yang baik di bagian depan," tutur Rossi seperti diberitakan Eurosport.

"Yamaha pun bekerja keras mengembangkan motor yang beda ketimbang sebelumnya saat masih menggunakan Bridgstone. Merombak berat motor dan mengubah posisi tanki bahan bakar jadi ke belakang,"

"Tapi ban Michelin rupanya bisa meningkatkan kinerja, terutama pada ban depannya. Akhirnya, kami bisa menggunakan set-up yang sangat mirip dengan Bridgestone, jadi ini cukup baik."

"Begitupun perangkat elektronik, kami berharap ada perubahan besar, tapi pada akhirnya malah membuat kemunduran. Sekarang, motor saya mirip dengan motor tahun lalu," tandasnya.

Walau Marquez banyak dijagokan oleh pengamat, serta Rossi berada di peringkat ke tiga klasemen, dan tertinggal 59 poin dari pembalap Repsol Honda tersebut, Rossi menilai masih memiliki peluang, dan berbuat maksimal di sisa seri yang ada.

"Masih ada setengah seri lagi,setelahnya, kita lihat saja hasil akhirnya nanti," kata Rossi optimis.(teks; tigor, foto; crash.net)