motorinanews - Hingga paruh musim ini, Yamaha masih kewalahan mengadapi pertarungan di atas lintasan MotoGP. Meski masih optimis, Yamaha mengaku butuh keberuntungan
hingga akhir musim jika ingin menempati posisi puncak klasemen.
Terganjalnya Yamaha hingga paruh musim tidak meraih hasil maksimal adalah dari banyak hal. Mulai dari motor, cuaca hingga strategi ban yang digunakan para pebalapnya. Hal itulah yang menjadikan tim Honda Repsol mendapatkan kesempatan untuk meraih poin.
Marc Marquez yang bermain apik di 3 seri terakhir saat ini menempati zona nyaman yakni dengan perolehan 170 poin, unggul 48 angka dari Jorge Lorenzo dan 59 angka dari Valentino Rossi, yang menghuni posisi kedua dan ketiga.
Sang juara bertahan, Jorge Lorenzo telah membukukan tiga kali kemenangan namun di dua seri terakhir mengalami kesulitan. Sedangkan rekan setimnya, Rossi, malah tiga kali gagal naik podium di dua seri.
"Anda akan berpikir kalau Anda memenangi lima balapan Anda mestinya memimpin kejuaraan, tapi realitasnya tidak demikian. Saya harap di paruh kedua musim kami bisa memenangi lima balapan lain, tapi harus lebih konsisten," ungkap bos Yamaha Lin Jarvis kepada MotoGP.com.
"Ini Memang tidak mudah. Tapi, segalanya bisa berubah dan segalanya masih mungkin. Kami hanya harus terus menekan, terus bertarung, memenangi banyak balapan dan mengharapkan sedikit keberuntungan," imbuh Jarvis.
Paruh kedua musim akan dimulai di Red Bull Ring, Austria pada 14 Agustus. Dalam sesi tes sirkuit belum lama ini, Yamaha pun menuai hasil yang kurang memuaskan.