motorinanews - Sejak di awal seri balapan musim 2016, Marc Marquez terlihat lebih santai dibandingkan dengan gaya balapan tahun lalu. Menurut Team Principal Repsol Honda, Livio Suppo, Baby Alien sudah semakin dewasa. Hal ini terlihat dari cara dia balap tahun ini yang tidak tampil ngotot untuk memburu 25 poin di setiap seri jika tidak memungkinkan (11/7).
Menurut Livio, Marquez bukanlah sekedar menjadi juara seri, melainkan kampiun MotoGP 2016. Seperti yang kita ketahui, sejak musim lalu, Marc Marquez gagal mempertahankan gelar. Ia bahkan cuma ada di peringkat ketiga, kalah dari Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.
Dan hal itu ia dapatkan karena dalam tujuh seri awal, Marquez jatuh tiga kali. Dan alasan tersebut jelas bisa dimasukkan, jatuhnya Baby Alien itu merupakan akibat terlalu bernafsunya ia memenangi sebuah seri.
Saat ini aa sangat tenang, bahkan ‘merelakan’ peringkat pertama dikuasai pebalap lain jika situasi sudah tidak memungkinkan. Hal ini terlihat di GP Catalunya ketika ia memberikan ruang lebih banyak setelah tak bisa menyaingi Valentino Rossi. Begitu pula di GP Assen, dalam kondisi trek yang tidak memungkinkannya bertarung, Marquez tak mau memburu Jack Miller terlalu cepat.
Livio Suppo justru menilai hal ini sangat positif untuk Marc Marquez. “Di Assen, Marc berhasil tampil sangat baik menghadapi race yang sulit. Ia sadar, targetnya bukanlah menang sekarang, melainkan bulan November nanti (akhir musim). Bermain aman dan pintar demi titel juara itu lebih penting," katanya di laman motorsport. (foto : autosport)