motorinanews - Nampaknya Aleix Espargaro tahu betul bagaimana nasib selanjutnya bersama Suzuki di MotoGP musim depan. Ia berspekulasi bahwa hadirnya Andrea Iannone menjadi malapetaka bagi dirinya di tim Suzuki Ecstar (7/7).
Namun pebalap Spanyol ini tidak ingin berhenti begitu saja dalam karirnya di MotoGP, dan akhirnya ia resmi direkrut Aprilia mulai 2017 hari Minggu malam lalu setelah Grand Prix Belanda setelah Alex Rins diumumkan sebagai pembalap Suzuki kedua mendampingi Iannone.
Dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, Espargaro mengakui peluangnya praktis tertutup untuk bisa melanjutkan bersama tim yang bermarkas di Hamamatsu itu, karena menurutnya Suzuki tak mau skuatnya diisi dua pembalap yang semuanya sudah berpengalaman.
“Itulah kenapa saat di Mugello merupakan akhir pekan yang sulit bagi saya,” kata Espargaro.
“Saya bisa saja mendapat kesempatan untuk bertahan dua tahun lagi, namun strategi mereka selalu menempatkan satu pembalap muda di tim.”
“Betapapun, seperti inilah balapan. Mereka telah memutuskan pergi ke arah lain dan saya harus menghormati keputusan mereka.”
Espargaro menambahkan bahwa tujuan dia di akhir musim ini adalah meraih hasil podiumnya yang pertama untuk Suzuki, yang sejak kembali ke MotoGP baru sekali mendapatkannya lewat Maverick Vinales di Le Mans.
“Dua musim ini sungguh hebat. Tim ini sangat profesional, namun sulit menemukan suasana kekeluargaan dalam tim sebesar ini,” kata Espargaro, 26.
“Tentu saya agak sedih, namun karena awal tahun ini bisa dibilang bencana, saya akan berusaha untuk menuntaskan era saya bersama Suzuki dengan cara sebaik mungkin. Bisa finis podium bersama Suzuki adalah mimpi saya, jadi saya akan bekerja sekeras mungkin.”