Jelang Seri 1 ARRC 2016 : Jayadi Dan Hendriansyah Angkat Bicara Soal Peluang Pebalap Indonesia

Kamis, 31/03/2016 12:48 WIB |

motorinanews - Selepas M. Fadli memutuskan pensiun dari balap, nama Ahmad Yudhistira dan Gerry Salim yang turun di kelas Supersport 600 Asian Road Racing Championship (ARRC) jadi perbincangan hangat (31/3).

Hal itu membuat Ahmad Jayadie dan Hendriansyah yang juga mantap pebalap tanah air angkat bicara. Jayadie dan Hendri melihat, sudah saatnya pembalap Indonesia unjuk gigi di kelas pemuncak perhelatan ARRC. "Pembalap-pembalap kita masih muda, dan didukung pabrikan. Itu membuka peluang mereka," cetus Jayadie dan Hendri.

Tahun ini, Indonesia menyertakan 4 joki di `Kelas Raja` ARRC. Ahmad Yudhistira dan A. M. Fadli (Manual Tech KYT Kawasaki), serta Dimas Ekky dan Gerry Salim (Astra Honda). Mereka akan bersaing dengan 20 starter lain dari Jepang, Malaysia, Thailand dan Australia.

Adi, sapaan Ahmad Jayadi, melihat peserta negara lain, khususnya Jepang sangat berpengalaman. Toh, mantan pembalap asal DKI Jakarta ini menilai Yudhistira paling berpeluang naik podium. "Dia pernah podium, musim lalu. Motornya juga `Sambal Hejo`, kencang," analisa Adi. Sambal Hejo, maksudnya Kawasaki ZX6 yang terkenal kencang. "Peluang di ARRC itu besar kalau di tim pabrikan. Yudhis punya itu juga," timpal Hendri.

Baik Adi maupun Hendri setuju, tahun ini adalah tahun penentuan buat Yudhis, apakah dia memuncak atau drop. Ini juga jadi penentu karier Yudhis.

Khusus Gerry Salim, Adi dan Hendri kompak mengamini potensi pembalap 19 tahun itu. Tapi keduanya menunjuk jam geber 600cc akan jadi kendala bagi Gerry. "Prestasi Gerry bagus. Tapi, kan itu kelas yg berbeda (250cc, red)," sebut Hendri.

Musim ini memang tahun pertama Gerry turun di kelas Supersport ARRC. "Kalau jadi rookies terbaik, mungkin. Tapi dia harus konsisten. Di sini kendala rider muda kita," timpal Adi. (text : ASK)

Semoga berprestasi.