Jangan Asal Berboncengan Supaya Jauh-Jauh Dari Maut

Senin, 01/08/2016 13:49 WIB |

motorinanews - Ternyata dalam hal berboncengan ada pakemnya loh dalam safety riding. Bukan asal nyemplak, tapi harus menerapkan aspek keselamatan yang harus diperhatikan dan wajib disepakati oleh bikers dan boncenger.

Kali ini Om Jusri Pulubuhu, selaku kepala instruktur dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) ingin berbagi tips sederhana dalam berboncengan. Jika diterapkan pastinya sangat berguna sebagai bekal keselamatan.

1. Boncenger naik ke atas motor setelah motor menyala.
2. Posisi duduk hadap depan. Bukan menyamping. Ini dia salah satu mengapa pengguna rok span sebenarnya diharamkan untuk menaiki motor. Karena sudah pasti posisi boncengannya salah.
3. Duduk menempel serapat mungkin. Memegang pinggang pengendara, jangan sebaliknya. Sebab boncenger adalah memposisikan diri sebagai pengendara aktif ke dua.
4. Rapatkan kaki ke pinggang pengendara, untuk mengikuti irama berkendara yang baik.
5. Boncenger wajib memposisikan kaki pada atas pijakan kaki (foot peg), setiap saat bahkan ketika motor berhenti dalam kemacetan lalu lintas atau lampu merah.
6. Jauhi kaki dari kemungkinan menyentuh/menginjak klapot motor.
7. Boncenger wajib seirama dengan pengendara. Misal ketika pembonceng nikung ke kiri ikuti badannya dan jangan melakukan sebaliknya. Sebab jika selalu berlawanan akan mengganggu titik keseimbangan
8. Hindari percakapan yang dapat menggangu konsentrasi.
(Teks : tigor, foto : BMW)