mobilinanews (Jakarta) - Sosoknya dikenal selalu ramah bila menemani rekan-rekan media di setiap acara Mitsubishi, jadi tidak perlu heran kalau sosok penting di manajemen PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) ini mudah akrab dengan siapapun. Itulah gambaran sosok Imam Choeru Cahya, Group Head MMC Sales Group KTB.
Ia selalu bersedia meladeni siapapun yang mau nanya-nanya soal Mitsubishi kepadanya, apapun itu. Tetapi saat curhat kepada mobilinanews, ia mengaku lebih senang kalau diajak ngobrol soal teknis daripada soal jualan. Loh kok begitu pak?
"Soalnya saya di KTB memang lama di Service Department, mulai dari tahun 1990 sampai 2011 saya menjabat sebagai Service Manager. Itu makanya mengapa saya lebih suka kalau bicara soal teknis," ceritanya santai di depan gedung Grand City Convention, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (28/9).
Sebelum berkarir di KTB, pria lulusan Politeknik Universitas Indonesia ini ternyata pernah bekerja di salah satu maskapai penerbangan terbesar Tanah Air, tapi ia lebih memilih untuk melepaskannya demi bisa bergabung di KTB.
"Lulus kuliah saya langsung bekerja di Garuda. Baru enam bulan saya kerja disana, tiba-tiba ada program KTB namanya TMTC, Technical Management Training Course. Program ini semacam CSR dari perusahaan untuk belajar soal teknik dan juga manajemen. Karena dasarnya memang saya tertarik dan hobi teknik, khususnya otomotif, makanya saya ikut," kenang Imam.
Dan program tersebut menjadi langkah awalnya berkarir bersama Mitsubishi karena di tahun 1990 ia ditawarkan untuk masuk ke KTB dan sampai sekarang menjadi sosok penting di Pulomas, Jakarta, kantor pusat KTB.
"Lepas dari Service Department tahun 2011 saya dipindah ke Marketing, waktu itu saya pegang hanya produk Triton saja. Tugas saya saat itu adalah menaikan market share Triton, dan berhasil. Naik lagi pegang LCV, ditambah passanger car, tambah lagi event and promotion biar jadi satu agar bisa satu komando, makanya jabatan saya di KTB Sales and Marketing," sambung lelaki kelahiran 7 September 1966 ini.
Jabatan terakhirnya ini dirasa pas banget dengan passion-nya, apalagi ia juga membawahi sisi BTL dan ATL, sales administrasi dan sales strateginya. Ini menjadikannya mudah merangkul semua untuk meramu strategi-strategi jitu.
"Saya membaca produk Mitsubishi Motor Corporation itu punya harapan besar untuk berbicara banyak di pasar otomotif Tanah Air. Ditambah keseriusan prinsipal juga sangat besar. Ini yang bikin saya merasa sangat tertantang untuk mengembangkan bisnis Mitsubishi di Indonesia, khususnya passanger car," yakin pria yang awal bulan ini baru saja merayakan usia emas 50 tahun.
Keseriusan tersebut dibuktikan dengan diresmikannya pabrik pertama Mitsubishi di Indonesia yang akan menjadi basis produksi Low MPV Mitsubishi dan Pajero Sport tahun depan.
"Kita tahu kalau image Mitsubishi kan kuatnya di kendaraan niaga dan sport car, padahal pasar terbesar kita kan di kendaraan penumpang. Kalau cuma mengandalkan kendaraan komersial, jangan berharap masuk jadi 3 besar. Karena ambisi saya memang membawa Mitsubishi menjadi merek otomotif 3 besar di Indonesia. Itu artinya bisa sebagai nomor satu, bisa nomor dua, paling minimal nomor tiga," sesumbar pria yang juga hobi nyanyi ini.
Eitsss, ngomongin hobi, boss yang satu ini selain doyan tarik suara ternyata juga penyuka binatang loh. "Saya di rumah ada pelihara ikan Koi, beberapa ikan Arwana dan juga burung. Sekadar untuk merilis di kala stress aja," ucapnya mengakhiri obrolan dengan mobilinanews.
Jadi Mitsubishi mau jadi yang keberapa nih Pak Imam??? (Zie)
