mobilinanews (Spanyol) – Libur sebulan dimanfaatkan Marc Marquez dengan bersantai di pegunungan Andorra. Tak sepenuhnya leha-leha karena dibarengi latihan fisik dengan bersepeda gunung dan main motor trail.
Ia layak kendurkan syaraf otak karena kerja keras sepanjang paroh pertama kompetisi. Mesin Honda RC213V spek 2017 tak seperti harapannya karena lemah tenaga dan akselerasi.
Celakanya, mesin itu tak boleh diutak-atik karena disegel sesuai regulasi. Yang bisa ia lakukan bersama tim teknis hanyalah memodifikasi area lain macam fairing, sasis, elektronik, knalpot, sistem pengereman, suspensi, dan yang tak kalah penting adalah kesiapannya mengubah riding style agar sesuai dengan kemauan motor.
Ia harus membalik situasi, menurut kepada maunya motor. Bukan lagi inginkan motor seperti maunya.
“Kami berkembang sedikit demi sedikit, Belum unggul namun mulai bisa mengimbangi rival,” kata Marquez yang musim ini baru meraih dua kemenangandi GPAustin dan Jerman.
Memimpin klasemen kali pertama di musim 2017 setelah memenangi GP Jerman, ia semakin bergairah meraih trofi tahun ini sekaligus gelar ke-4 di kelas primer. Rider Honda itu pun mulai susun taktik melakoni paroh kedua kompetisi yang bergulir dari GP Ceko, 4-6 Agustus.
Belajar dari dua tahun terakhir, Marquez kini lebih dewasa di lintasan. Tak lagi memaksakan kemenangan semata dengan resiko jatuh, tapi mementingkan konsistensi meraih poin.
Musim 2015, ia menang 5 kali dan runner up 2 kali, tapi hanya menempatkannya di urutan 3 klasemen akhir lantaran DNF 6 kali, semuanya karena celaka saat balapan.
Bandingkan dengan musim 2016, jadi juara dunia meski hanya mendulang 5 kemenangan tapi hanya sekali jatuh di GP Austria. Yang membuatnya juara adalah konsistensinya meraih poin di semua race.
Konsisrensi itu pula yang akan diutamakan Marquez melakoni 9 seri sisa tahun ini.
“Saya selalu ingin menang. Tapi, saya sudah lebih dewasa dan bisa mengalahkan diri sendiri dengan tidak memaksakan kemenangan. Fight 100% jika peluang juara memang tersedia. Jika tidak maka konsistensi meraih poin akan sangat penting di akhir kejuaraan,” katanya.
Saat ini Marquez memimpin klasemen dengan situasi genting di grup 4 Besar. Ia mengoleksi total poin 129. Dikuntit rapat oleh Maverick Vinales (124), Andrea Dovizioso (123), dan Valentino Rossi (119).
Artinya, sekali saja DNF atau retire di seri berikutnya maka bahaya besar sudah berada di depan mata. (andro)