motorinanews (Lampung) - Beberapa tahun belakangan, nyaris tak terdengar lagi pebalap Lampung main di event Kejuaraan Nasional. Kondisinya berbeda dengan era 2004-2010, dimana pebalap motor Lampung disegani di Sumatera. Apa penyebabnya?
Tak hanya pebalap motor yang minus, event balap pun jarang digelar di Lampung. Bisa jadi inilah salah satu penyebabnya. Sepi kejuaraan tentunya jadi nihil prestasi. Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (Pengprov IMI) Lampung harus lebih pro-aktif lagi ke depan.
"Tahun 2018 kita adakan 4 Kejuaraan Daerah dan satu putaran Kejuaraan Nasional Motoprix. Semoga dari sini akan muncul bibit baru," buka Donni Rochata, Kabid Organisasi di Pengprov IMI Lampung. Nah gitu dong!
Selain itu, tak banyak promotor lokal atau klub yang berani mengangkat event balap. Yang terbaru ada Cilamaya. Yang lebih pengalaman ada Indo Management (IM) Racing Event, eksis sejak 10 tahun lalu.
Di dalam Indo Management ada Donni Rochata dan Andi Pramudya. Andi mantan racer di zamannya Kadafi saat berjaya sebagai pebalap yang disegani. Meski Khadafi putra Aceh, namun menetap di Bandar Lampung.
Masih ada nama rider Lampung lainnya yang dikenal. Sebut saja seperti Ferdinand Uyung, Bagus Syaifullah, Anthony, Wanda, Isyandar Ginting dan Andreas Gunawan yang pernah berjaya di tingkat Asia. Sekarang, saatnya memunculkan kader baru.
IM Racing Event inilah Promotor yang diharapkan bisa mengusung ajang road race. Mereka langsung bergerak. Putaran pertama Kejurda Motoprix Lampung bakal dipentas Indo Management pada Sabtu-Minggu, 31 Maret - 1 April 2018. Lokasinya di Komplek Perkantoran Pemkab Tulang Bawang.
Klub lain tak mau ketinggalan. Seri kedua bakal main di Kalianda. Putaran ketiga belum ditentukan lokasinya. Sedangkan seri pamungkas sebagai partai puncak diadakan di GOR Saburai, Bandar Lampung.
Nah, kalau program jalan semua, diharapkan tahun 2018 bisa menjadi awal kebangkitan kembali pebalap Lampung di ajang nasional. Kita tunggu hasilnya! (BangVe)