motorinanews, Jakarta – Bawaan pabrik, ban motor umumnya bisa bertahan sekitar 1,5 – 2 tahun. Namun lantaran kurang perawatan dan cara berkendara yang kurang tepat, bisa bikin ban motor cepat rusak.
Sedangkan beberapa kerusakan ban motor yang biasa terjadi, diantaranya; ban benjol, sobek, botak sebelah dan retak-retak.
Hal ini tentunya ada pemicu maupuun penyebabnya, Motorinalovers. Nah, biar lebih jelasnya, berikut diulas beberapa kerusakan ban motor beserta faktor penyebabnya.
Ban benjol
“Ban benjol mengindikasikan bahwa benang konstruksi di dinding putus. Biasanya karena bagian samping ban sepeda motor, membentur trotoar maupun benda keras lainnya,” buka Syafrudin, punggawa Udin Motor.
Sedangkan kalo ban motor benjol di tengah, dikarenakan kondisi suspensi mati, sehingga ban seperti dibiarkan menahan beban berat kendaraan sekaligus pengendara dan penumpang.
Ban retak-retak
Hal ini biasanya karena ban terlalu lama disimpan, sehingga membuat elastisitasnya berkurang. Untuk tahun produksinya, bisa lihat kode produksi ban pada dinding ban yang terdiri dari 4 angka.
“Dua angka awal pertanda minggu produksi, sedangkan dua angka di belakangnya menandakan tahun produksi,” imbuh pebengkel akrab disapa Udin.
Ban botak sebelah
Penyebab ban botak sebelah atau kembang ban kemakan sebelah, ada beberapa kemungkinan. Seperti kondisi pelek oleng dan volume oli shock sudah tidak seimbang.
“Penyebab lainnya bisa karena bushing swing arm sudah aus, sehingga posisi roda oblak dan bikin ban tidak rata ketika menapak di permukaan jalan,” timpal pebengkel di bilangan Halim Perdana Kusuma, Jaktim.
Ban sobek
Ban sobek, umumnya karena tekanan angin kurang, sehingga mudah terkena benda tajam seperti paku. Hal paling penting dalam perawatan ban motor adalah menjaga tekanan udaranya. (Banar)