mobilinanews (Malaysia) - Masih jadi sebuah misteri apakah Francesco 'Pecco' Bagnaia memakai Desmosedici GP24 di Malaysia atau tidak. Kini muncul misteri lainnya kala pembalap Ducati itu tiba-tiba melempem saat memimpin main race GP Malaysia, Minggu (26/1) petang.
Dibandingkan performa sebelumnya di GP Indonesia dan Australia, Bagnaia bermain dahsyat di sesi kualifikasi dan sprint test GP Malaysia, Sabtu (25/10). Ia mengawinkan gelar pole sitter dengan gelar juara sprint.
Saat itu muncul kecurigaan kalau pembalap tim pabrikan Ducati itu memakai komponen motor spek Desmosedici GP24 karena di garasinya terparkir 2 unit Desmosedici yang tampak luar spesifikasinya berbeda. Curiga karena Bagnaia terbukti kinclong di GP Jepang lalu dengan memakai berbagai komponen dan setingan GP24.
Benar atau tidak memakai lagi spek tersebut sama sekali tak ada klarifikasi resmi Ducati maupun Bagnaia. Di Malaysia, ia hanya bilang ia dan tim teknisnya hanya melakukan beberapa perubahan penting pada motornya. Perubahan macam apa, ya mungkin saja harus dirahasiakan.
Dengan kemampuan 'melayang' di tahap kualifikasi dan sprint, wajar toh kalau Pecco diunggulkan pada main race hari ini. Faktanya, ia langsung ngacir dan ngacor selepas start.
Tapi, tak lama. Speed-nya mulai drop, sedikit demi sedikit makin drop. Dengan mudah Alex Marquez (Gresini Ducati) dan Pedro Acosta (KTM) menyalipnya.
Akhirnya pada 3 lap sebelum balapan berakhir, Pecco kembali ke paddock. Berakhir dengan status DNF!
Saat perjalanan ke paddock, ia beberapa kali melongok pada ban belakangnya. Komentator siaran langsung televisi sempat menduga masalah teknis terjadi pada swingarm. Bagian ini sempat menjadi dugaan adalah salah satu bagian GP24 yang dipakai Bagnaia di Jepang, selain fork depan dan modifikasi aerodinamika.
Belakangan terkuak masalah sebenarnya. Dikutip dari laporan jurnalis The-Race yang dekat dengan ordal Ducati, masalah yang dialami Pecco ternyata berasal dari sebuah lubang pada ban belakang motornya. Itu informasi dari orang dalam Ducati.
Pihak Ducati pun disebut segera menginvestigasi masalah itu dan hasilnya belum keluar sampai artikel ini tayang.
Misteri lubang itu tentu saja menarik perhatian karena jarang terjadi di balapan kelas primer. Menjadi sorotan karena Michelin sebagai pemasok ban menggunakan spek baru khusus di lintasan Sepang. Semakin misterius lantaran cuma Pecco yang dapat cobaan semacam itu.
Sebentar lagi akan keluar rilis resmi Ducati Corse. Mari menunggu apakah ada penjelasan soal lubang dimaksud? (r)