mobilinanews (Malaysia) - Akhirnya Ducati mengeluarkan pernyataan lewat press release resmi menyangkut kegagalan Francesco Bagnaia finish di main race GP Malaysia, Minggu (26/10).
Setelah bercerita soal kronologi penampilan awal Bagnaia, Ducati mengakui penyebab DNF pembalapnya itu karena masalah pada ban belakang.
Tapi, tim ini menggunakan istilah ban kempes. Itu saja, tanpa menyebut mengapa bisa kempes hanya dalam 12 laps.
Sebelumnya, media The-Race sebagaimana juga ditulis mobilinanews.com, disebutkan oleh orang Ducati kalau ada lubang di ban belakang motor Bagnaia. Itu yang membuat ban itu kempes...pes...pes...sehingga harus berhenti.
Dalam rilisnya, Ducati sama sekali tidak menyebut istilah 'lubang'. Pokoknya kempes, titik! Juga tak menyebut mengapa ban itu kempes.
Hal sama dikemukakan Bagnaia. Berikut adalah pernyataan lengkap juara dunia 2022 dan 2023 itu yang dikutip secara utuh:
"Pertama-tama, saya turut prihatin untuk Rueda dan Dettwiler atas apa yang terjadi pada mereka di balapan Moto3 (keduanya tabrakan keras dan harus diterbangkan ke rumah sakit, red), dan saya selalu berdoa untuk mereka. Ketika hal seperti itu terjadi, hal-hal lain menjadi kurang penting.
Hari ini kami kurang beruntung, karena ban belakang kami kempes. Ini terjadi di lap kedua belas dan kemudian, sedikit demi sedikit, tekanan ban terus menurun.
Saya pikir saya salah mengelola keausan ban, tetapi setelah menganalisis data, masalahnya jelas berbeda. Sayangnya, hal-hal seperti ini bisa terjadi.
Namun secara keseluruhan, akhir pekan ini tetap positif, terlepas dari bagaimana (hasil) akhirnya."
Demikian penjelasan resminya. Jika benar ada lubang seperti diberitakan dan itu penyebab ban tersebut kempes, barangkali penjelasan berikutnya bisa datang dari Michelin selaku pemasok ban tunggal MotoGP.
Semoga begitu adanya supaya fans tak lagi penasaran. Masa iya ban sekelas MotoGP bisa kempes pol hanya belasan laps? (r)