MotoGP 2025 Portugal: Pedro Acosta Raih Podium Ganda di Portimao. Berkat Petunjuk Dani Pedrosa?

Minggu, 09/11/2025 23:54 WIB
Rulin purba


Pedro Acosta (Spanyol/Red Bull KTM). (Foto: GnG-bikesportnews)
Pedro Acosta (Spanyol/Red Bull KTM). (Foto: GnG-bikesportnews)

mobilinanews (Portugal) - Pembalap muda Red Bull KTM, Pedro Acosta (21 tahun), gagal meraih kemenangan perdananya di kelas MotoGP setelah dua tahun di kelas primer. Tapi, ia senang karena dapat double podium di GP Portugal, Portimao, pekan ini.

Acosta bermain cemerlang pada sesi sprint test Sabtu (8/11). Bertarung sangat ketat dan sempat memimpin balapan setelah menyalip Marco Bezzecchi (Aprilia) selaku pole sitter. 

Tapi, Alex Marquez (Gresini Ducati) juga mampu menyalip Bezzecchi dan selanjutnya fight keras melawan Acosta. Dan, seperti berita sebelumnya, Alex akhirnya mencapai finiah sebagai juara, Acosta runner-up dan Bezzecchi di urutan 3.

Dengan fakta itu, plus data yang dihimpun tim teknis KTM, Acosta pun diperhitungkan punya kans menjadi juara pada main race Minggu (9/11). 

Tapi, fakta selanjutnya berkata lain. Bezzecchi belajar dari kesalahan saat sprint,. Ia tampil tanpa cela sejak start , memimpin hingga garis start. Acosta sendiri finish P3.

Setelah itu Acosta bicara pada Media TNT dan kemudian bicara hal sama saat jumpa pers resmi, bahwa ia senang dapat podium ganda meski gagal mewujudkan kemenangan perdana di kelas primer. Juara dunia Moto3 dan Moto2 itu secara blakblakan  menyebut seorang sosok yang berperan penting dalam proses menuju podium itu.

Ia adalah Dani Pedrosa, mantan pembalap papan atas kelas primer milik Repsol Honda yang saat ini menjadi test rider KTM.

"Dani punya pengalaman panjang. Kami banyak diskusi sejak kemarin dan mencoba cara yang berbeda dalam balapan," cerita Acosta.

Baru dua tahun di MotoGP, Acosta mengakui ia masih perlu banyak belajar dan ingin selalu menjadi lebih baik. Dan, ia akui, pelajaran itu ia dapatkan dari Pedrosa. Dengan cara yang tak terduga oleh Acosta tetapi nyaman ia jalani.

"Dani, kalau bukan yang terbaik, maka ia adalah salah satu terbaik dalam hal tersebut. Ia melakukan kerja yang hebat. Saya akan lebih sering bicara dengannya," lanjut Acosta.

Rider muda Spanyol itu tak memaparkan detil nasehat atau petunjuk apa saja yang disampaikan Dani yang menjadi rekan setim Marc Marquez selama di Honda.

Ia menyebut faktor kegagalannya meraih juara tak lain adalah grip ban RC16-nya yang kurang sejak awal balapan.

"Dengan kondisi ban itu sangat sulit melawan Alex dan Marco. P3 adalah hasil maksimal yang bisa diperjuangkan," katanya.

Tapi, Acosta bahagia karena podium itu ia raih dengan cara berbeda dan kepercayaan diri yang lebih baik. Wajar jika selanjutnya ia ingin lebih banyak lagi berdiskusi dengan Pedrosa. Menyerap ilmu sang veteran.

Masih ada satu seri balap lagi tahun ini, yakni GP Valencia di Spanyol, home race Acosta dan Pedrosa. Itu kesempatan terakhir pada 2025 ini untuk mencetak kemenangan pertamanya di MotoGP. Dipastikan Acosta akan menempel lagi ke Pedrosa.

"Itu home race sekaligus tempat debut saya. Kita lihat nanti seperti apa balapannya," pungkasnya. (r) 

 

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini