Mobilinanews (Spanyol) - Sirkuit Barcelona-Catalunya menjadi saksi bisu dimulainya babak baru dalam sejarah Formula 1 (F1) saat Lando Norris turun ke lintasan untuk pertama kalinya sebagai juara dunia bertahan.
Dalam sesi shakedown yang berlangsung pada hari Rabu, perhatian dunia tertuju pada mobil McLaren terbaru, MCL40, yang mengusung desain radikal sesuai dengan regulasi teknis 2026 yang baru saja diterapkan.
Namun, pemandangan yang paling mencolok bukanlah lekuk aerodinamika atau livery kamuflase mobil tersebut, melainkan angka "1" yang terpampang gagah di hidung mobil dan baju balap sang pilot asal Inggris tersebut.
Momen ini membawa nilai sentimental yang mendalam bagi tim asal Woking tersebut. Penggunaan nomor satu oleh Norris menandai pertama kalinya seorang pembalap McLaren menyandang status juara bertahan sejak Jenson Button pada musim 2010 silam.

Dalam sejarah panjang Formula 1, nomor ikonik ini hanya diberikan kepada sang juara dunia, meskipun dalam satu dekade terakhir, tradisi ini sempat jarang terlihat sebelum Max Verstappen mempopulerkannya kembali.
Nama-nama besar seperti Michael Schumacher, Sebastian Vettel, hingga Lewis Hamilton pernah menghiasi mobil mereka dengan angka tersebut sebagai simbol supremasi di lintasan balap.
Berbicara seusai sesi tes, Norris tidak bisa menyembunyikan senyum lebarnya. Ia mengaku bahwa melihat angka nomor 1 tersebut di papan catatan waktu masih terasa seperti mimpi yang luar biasa.
Meski merasa ada beban tanggung jawab yang lebih besar, Norris merasa terhormat bisa memberikan kebanggaan tersebut kepada para mekanik dan insinyur yang telah bekerja tanpa henti untuk mewujudkan MCL40.
"Rasanya menyenangkan bisa kembali, senang bisa berada di sini lagi, dan sangat menyenangkan melihat nomor satu di mobil saya! Benar-benar keren, masih terasa tidak nyata, jadi perasaan saya sangat positif,” ucapnya mengutip siaran F1, Jumat (30/1/2026).
“Tekanan memang ada, tetapi di saat yang sama, ini keren. Ini luar biasa bagi para mekanik, luar biasa bagi mereka untuk merasakan sensasi dan kehormatan itu, namun itu tidak mengubah apa pun,” jelas Norris.

Selebihnya, tetap ada kerja keras, banyak pekerjaan yang harus kami tumpahkan ke dalam segalanya, dan banyak putaran yang harus kami selesaikan. Tapi menyenangkan mengetahui bahwa saya memakai nomor itu,” sambungnya.
Dengan regulasi mesin dan aerodinamika 2026 yang jauh lebih kompleks, tantangan bagi Norris bukan sekadar mempertahankan statusnya sebagai pembalap tercepat, melainkan juga membuktikan bahwa angka "1" di mobilnya bukanlah sebuah kebetulan.
Bagi publik Woking, kehadiran nomor keramat tersebut adalah simbol kebangkitan total dari masa sulit selama satu dekade terakhir.
Namun bagi Norris, ini hanyalah garis start dari sebuah misi baru, memastikan bahwa nomor satu tersebut tetap menempel di mobil McLaren saat musim 2026 berakhir nanti. Perjalanan panjang mempertahankan gelar juara dunia baru saja dimulai.