mobilinanews (Jakarta) – Dunia otomotif dan teknologi baru saja dikejutkan dengan kabar antiklimaks. Proyek mobil listrik (EV) yang sangat ambisius hasil kolaborasi raksasa teknologi Sony dan produsen otomotif Honda resmi dinyatakan batal meluncur ke tahap produksi massal.
Langkah yang dimulai dengan penuh euforia sejak kemunculan perdana sedan konsep Sony di CES 2020 ini harus berakhir sebelum unit pertamanya menyentuh aspal konsumen.
Dari Ambisi Menjadi Antiklimaks
Padahal, perjalanan ini sempat terlihat sangat meyakinkan. Setelah memperkenalkan prototipe sedan dan SUV, Sony memperkuat posisinya dengan menggandeng Honda pada 2022 melalui perusahaan patungan bernama Sony Honda Mobility (SHM). Hasilnya adalah Afeela, brand yang digadang-gadang akan menjadi "gadget berjalan" dengan teknologi canggih.
Sayangnya, laporan terbaru menyebutkan bahwa pengembangan model sedan maupun SUV tersebut telah dihentikan secara mendadak.
Mengapa Proyek Ini Dibatalkan?
Ada beberapa faktor krusial yang melatarbelakangi keputusan berat ini:
Perubahan Strategi Honda: Honda tengah melakukan perombakan besar-besaran pada strategi elektrifikasi global mereka. Hal ini secara langsung berdampak pada model-model di bawah bendera Afeela.
Efek Domino: Sebelum kabar ini mencuat, Honda sendiri sudah membatalkan dua model EV internal mereka, termasuk rencana untuk menghidupkan kembali nama legendaris Acura RSX dalam format listrik.
Kondisi Pasar: Dinamika pasar EV global yang semakin kompetitif dan tantangan produksi nampaknya membuat kedua perusahaan harus berhitung ulang secara realistis.
Rencana yang Tinggal Kenangan
Sebelum pembatalan ini diumumkan, SHM sebenarnya sudah memiliki jadwal yang cukup rapi:
Afeela 1 (Varian Signature): Rencana awal dikirim ke konsumen akhir tahun ini dengan harga fantastis sekitar USD 102.900.
Varian Origin: Model yang lebih terjangkau (sekitar USD 89.900) yang direncanakan meluncur pada 2027.
Ironisnya, tahap pra-produksi dikabarkan sudah sempat berjalan di pabrik Honda di Ohio, Amerika Serikat. Dengan pembatalan ini, semua target tersebut dipastikan gugur.
Nasib Sony Honda Mobility ke Depan
Meski proyek mobilnya batal, kabar baiknya adalah kolaborasi antara Sony dan Honda tidak bubar. Keduanya masih berkomitmen untuk meninjau ulang arah bisnis SHM.
Besar kemungkinan mereka akan beralih dari memproduksi kendaraan utuh menjadi penyedia solusi teknologi, perangkat lunak, atau sistem hiburan di dalam kabin untuk masa depan mobilitas. Kita tunggu saja pengumuman strategi jangka panjang mereka dalam waktu dekat.