Peringati Kiprah 55 Tahun, Toyota Indonesia Gandeng CATL untuk Produksi Baterai Mobil

Selasa, 21/04/2026 12:30 WIB
Wilfrid Kolo


Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hadir dalam acara kemitraan Toyota Indonesia dan CATL
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hadir dalam acara kemitraan Toyota Indonesia dan CATL

mobilinanews (Jakarta) - Memasuki usia 55 tahun PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), salah satu produsen baterai mobil terbesar di dunia.

Kolaborasi keduanya bertujuan untuk bersama mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Melalui kerjasama ini, TMMIN menggelontorkan investasi senilai Rp 1,3 triliun dalam mendukung dan mewujudkan upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri kendaraan elektrifikasi, termasuk rantai pasok baterai, dari hulu hingga hilir.

Investasi ini merupakan bagian dari upaya Toyota untuk terus berkembang bersama bangsa Indonesia, dimana selama 55 tahun ini telah menanamkan investasi sebesar Rp100 triliun.

Asal tahu saja, Toyota bersama dengan jaringan pemasok lokal dan dealer yang melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purna jual.

Upaya ini telah menghasilkan produksi kumulatif sebanyak 10 juta unit kendaraan Toyota dan 14 juta unit kendaraan Toyota Group.

Inisiatif ini merupakan cerminan bagi Toyota dalam menerapkan pendekatan Best in Town guna mendukung pengembangan industri nasional yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, langkah ini juga diharapkan dapat mempercepat transisi menuju netralitas karbon melalui pendekatan berbagai macam teknologi (multipathway) yang telah teruji.

Dalamnya, ada Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), termasuk Flexible Fuel Vehicles (FFVs) dengan menggunakan campuran bioethanol, yang sesuai dengan beragam kebutuhan mobilitas konsumen di pasar Indonesia.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan bahwa saat ini TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV.

“Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh,” ungkapnya.

Selanjutnya, komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, nantinya akan di produksi oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya akan memperbesar investasi, tetapi juga mendukung inisiatif multipathway Toyota menuju netralitas karbon melalui penguatan rantai pasok lokal," kata Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto.

Melalui peningkatan kandungan lokal baterai dengan pendalaman lokalisasi baterai sel dan modul di dalam negeri, Indonesia dapat mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, mengurangi ketergantungan impor, dan memperkuat industri otomotif.

Pendekatan komprehensif ini menjadi langkah penting bagi TMMIN sebagai anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang akan melakukan kegiatan ekspor baterai ke pasar global, yang dimulai di paruh ke-2 2026.

Tidak hanya baterai yang telah terpasang pada kendaraan HEV, tetapi juga baterai dalam bentuk komponen yang turut diekspor sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi dunia.

Tag

Terpopuler

Terkini