mobilinanews (Belgia) - Start dari grid ketiga, George Russel (Mercedes) yakin bisa bersaing dengan Kimi Antonelli (Mercedes) dan Max Verstappen (Red Bull Racing) yang start dari P1 dan 2. Tapi, ia justru kandas di lap pembuka.
Pembalap Mercedes itu tersingkir pada lap pembuka akibat tabrakan dengan Lewis Hamilton.
Saat Antonell bertarung memperebutkan posisi pertama melawan Max Verstappen di lap pembuka, Russell justrundengqn mudah disalip oleh dua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Hamilton, di lintasan lurus Kemmel.
Ia mencoba menyalip Hamilton dari sisi luar saat Hamilton melakukan pengereman menuju tikungan Les Combes, namun keduanya bersenggolan saat melewati rangkaian tikungan ke kanan dan ke kiri tersebut.
Russell terlempar ke area kerikil, terjebak dan tersingkir dari balapan, sementara pembalap Ferrari tersebut dijatuhi penalti lima detik akibat insiden itu meski kesalahan tampak dari pihak Russell jika dilihat kronologinya dari rekaman kejadian. Untungnya penalti itu tidak mempengaruhi posisi finish Hamilton sehingga tidak menjadi kasus kontroversial.
"Semuanya bermula dari situasi sebelumnya. Saat keluar dari Tikungan 1—entah karena alasan apa—daya baterai saya berkurang 30%-40%, dan saya langsung disalip oleh tiga mobil sekaligus," ujar Russell.
Ia mengakui nsiden dengan Lewis tidak ia sadari dan menyebutnya sebagai racing incident sehingga ia tak menyalahkan mantan rekan serimnya di Mercedes itu.
"Jika keadaan normal, saya tidak akan bertarung dengan Lewis, saya akan bertarung dengan Kimi dan Max di depan," tegasnya lewat media resmi F1.
Melemahnya baterai itu sudah beberapa kali dialami Russell. Jadi benar tudingan Verstappen dan pembalap senior Fernando Alonso bahwa regulasi baru F1 membuat balapan F1 seperti.balapan mobil listrik dan performanya bergantung pada bagaimana pembalap memenej pengisiannya kembali.
"Masalahnya terus berulang," kata Russell sembari membandingkan W17-nya yang acap kalah dengan W17 besutan Antonelli di trek lurus.
"Sudah cukup sering terjadi musim ini dan kami belum bisa menemukan apa yang bisa diakukan."
Russell sebenarnya bersaing dengan Antonelli dalam perburuan gelar sejak awal.musim 2026. Namun status DNF di Belgia membuatnya semakin jauh dari Antonelli, kini tertinggal 50 poin. Buruknya, posisinya di P2 klasemen kini diambil lagi oleh Hamilton untuk kedua kalinya musim ini.
Russell sadar jika masalah baterai itu belum ditemukan solusinya maka perjuwngannya ke depan bukan lagi bersaing dengan Antonelli meraih gelar, tetapi justru akan sibuk bertarung dengan pembalap Fertari maupun Red Bull Racing. ((*)