mobilinanews (Jakarta) – Bagi Anda yang sudah mengamati spesifikasi Honda PCX Electric atau bahkan melihat unitnya secara langsung, satu pertanyaan mendasar mungkin muncul: Jika motor ini sudah dibekali dua baterai besar, mengapa masih ada aki di dalamnya?
Sekilas, penggunaan aki konvensional pada kendaraan listrik murni tampak seperti langkah mundur. Namun, ada alasan teknis yang sangat krusial di balik keputusan pabrikan berlambang sayap mengepak ini.
Perbedaan Fungsi: Penggerak vs. Kelistrikan Sekunder
Menurut Bayu Arum, dari Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), keberadaan aki bukan tanpa alasan. Kunci utamanya terletak pada pembagian tugas antara sumber daya utama dan sistem pendukung.
Baterai Utama (Lithium-ion): Berfungsi murni sebagai sumber tenaga penggerak. Baterai ini menyuplai arus ke motor listrik agar roda bisa berputar.
Aki (Lead Acid/MF): Bertugas sebagai penyokong perangkat elektrikal dan sistem keamanan.
Masalah Tegangan (Voltage)
Alasan teknis yang paling fundamental adalah perbedaan spesifikasi voltase. Honda PCX Electric dibekali dengan dua baterai Honda Mobile Power Pack yang masing-masing memiliki tegangan 50,4 Volt.
Bayangkan jika arus sebesar itu langsung dialirkan ke komponen kecil seperti lampu LED atau panel instrumen.
“Perangkat elektrikal di motor seperti lampu, panel instrumen, hingga sistem ABS (Anti-lock Braking System) dirancang untuk bekerja pada arus listrik 12 Volt,” jelas Bayu Arum.
Jika pabrikan memaksakan penggunaan baterai utama untuk sistem kelistrikan tanpa aki, diperlukan transformator atau konverter yang sangat kompleks dan berisiko tinggi terhadap beban panas. Dengan tetap menggunakan aki 12 Volt, sistem kelistrikan motor tetap stabil dan aman sesuai standar komponen otomotif pada umumnya.
Jadi, aki pada Honda PCX Electric berperan sebagai jembatan untuk memastikan fitur-fitur pendukung tetap menyala tanpa terganggu oleh fluktuasi arus dari penggerak utama. Selain itu, penggunaan sistem 12 Volt yang terpisah memastikan bahwa sistem keamanan seperti ABS tetap berfungsi optimal meskipun baterai penggerak sedang dalam kondisi minim daya.
Teknologi motor listrik memang menawarkan masa depan, namun untuk urusan reliabilitas sistem elektrikal, aki 12 Volt tampaknya masih menjadi solusi yang paling efisien dan aman saat ini.