MOBILINANEWS.COM – Kendaraan energi baru atau new energy vehicles (NEV) mencatat pangsa pasar ritel sebesar 62,9 persen di China pada Mei 2026.
Capaian tersebut merupakan rekor baru di tengah berbagai insentif dan subsidi kendaraan listrik yang mulai dikurangi oleh pemerintah China, seperti dilaporkan Carnewschina pada Rabu (10/6).
Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan total penjualan mobil penumpang di China pada Mei 2026 mencapai 1,51 juta unit.
Seperti dilansir Antara, angka tersebut turun 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun meningkat 9,2 persen dibanding April 2026.
Penjualan kendaraan sepanjang Januari-Mei 2026 tercatat mencapai 7,099 juta unit atau turun 19,5 persen secara tahunan.
Pasar otomotif secara keseluruhan mengalami penurunan di China dan penjualan kendaraan berbahan bakar minyak (ICE) menjadi penyumbang terbesar pelemahan tersebut.
Pangsa pasar kendaraan konvensional turun 37,1 persen atau sekitar 560 ribu unit pada Mei. Angka ini berkontribusi terhadap 82 persen dari total penurunan penjualan tahunan.
Peralihan konsumen dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik, ungkap media ekonomi China, The 21st Century Economic, semakin cepat karena fluktuasi harga energi dan bahan bakar.
Statistik CPCA memasukkan kendaraan listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), serta kendaraan listrik dengan penambah jarak tempuh atau extended-range electric vehicle(EREV) dalam kategori NEV.
Kendaraan Listrik Premium Tunjukkan Performa Positif
Segmen kendaraan listrik premium tetap menunjukkan performa positif di tengah perlambatan pasar domestik.
SUV listrik Volkswagen ID. Era 9X mencatat pengiriman sebanyak 5.004 unit selama Mei. Sementara itu, Nio ES8 terjual sebanyak 11.472 unit.
Adapun crossover premium Zeekr 9X yang diproduksi oleh Zeekr membukukan penyerahan kendaraan kepada konsumen sebanyak 9.058 unit.
Pertumbuhan kendaraan listrik menjadi motor baru bagi perusahaan patungan antara produsen global dan pabrikan China.
Beberapa di antaranya adalah SAIC Volkswagen, GAC Toyota, serta BMW Brilliance.
CPCA mencatat penjualan kendaraan listrik dari perusahaan patungan tersebut meningkat 51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, penjualan kendaraan bermesin bensin turun 41 persen pada periode yang sama.
Fokus pada Ekspor
Di tengah tekanan pasar domestik, ekspor kini menjadi fokus utama produsen otomotif China.
Data CPCA menunjukkan kendaraan energi baru menyumbang 54 persen dari total ekspor otomotif China pada Mei 2026. Hal ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Pada Mei 2026, produsen kendaraan listrik terbesar China, BYD mencatat rekor penjualan luar negeri sebanyak 160.644 unit.
Angka tersebut setara 42 persen dari total penjualan BYD yang mencapai 382.476 kendaraan. Sementara itu, Chery bahkan membukukan volume ekspor lebih tinggi, yakni 181.871 unit.
Jumlah tersebut berkontribusi 73,39 persen terhadap total penjualan Chery selama bulan yang sama. *