mobilinanews (Hungaria) - Seperti berita media ini kemarin, akhirnya FIA dan F1 resmi menetapkan Sirkuit Sepang di Malaysia akan menggelar balap F1 tahun ini. Jelang GP Singapura pada awal Oktober.
Keputusan yang disambut positif pemerintah Malaysia itu ditetapkan di sela hiruk pikuk raceday GP Hungaria pada Minggu (26/7). Pengumuman resmi dilayangkan FIA dan Manajemen F1.
"Dilaksanakan pada 2-4 Oktober untuk menggantikan GP Bahrain," kata FIA dan F1 dalam rilis bersama.
Ya, grand prix di Sepang kali ini memang jadi seri pengganti GP Bahrain yeng bersama GP Arab Saudi dibatalkan pada April silam gara-gara perang Iran versus AS/Israel.
Nama hajatan ini pun nantinya jadi terasa aneh karena pertama kalinya dua negara menjadi penyelenggara satu balapan F1. Bukan sebagai GP Bahrain atau GP Malaysia tetapi titelnya berubah menjadi "Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia". Panjang banget ya!
"Ini berita hebat untuk fans F1. Mereka akan menikmati kalender F1 yang penuh dan kembali ke Sirkuit yang hebat. Malaysia negara yang luar biasa, Sepang punya tempat istimewa dalam sejarah F1. Balap spektakular akan terjadi di Sirkuit dan ditonton di seluruh dunia," puji CEO F1 Claudio Domenicali.
Ia sepertinya masih berharap perang Teluk berakhir dan GP Qatar serta Abu Dhabi di akhir tahun masih bisa digelar dengan menyebut 23 race akan terselenggara pada tahun ini dari schedule 24 balapan atau setidaknya bisa menghelat 22 balapan.
Pada saat yang sama FIA dan F1 kini masih sibuk mencari tambahan 1 slot penyelenggara lagi di Eropa dengan unggulan Sirkuit Imola di Italia. Calon lain adalah Turki dan Portugal.
Sepang menjadi sirkuit pertama di Asia Tenggara menjadi penyelenggara balap F1 pada 1999. Ya, mereka menyalip Indonesia yang pada 1997 sudah masuk kalender sementara untuk kalender F1 1998 di zaman Bernie Ecclestone jadi penguasa F1. Sayang, itu batal karena krisis finansial.
Sepang kemudian menarik diri pada 2017 karena mahalnya biaya penyelenggaraan sementara penonton tak sebesar yang diharapkan. Penonton dari Indonesia justru tampak dominan. (*)