mobilinanews (Jakarta) - Bagi para pencinta roda dua, nama WP Suspension pasti sudah tidak asing lagi. Merek suspensi andalan yang biasa nangkring di motor-motor KTM, Husqvarna, dan GasGas ini baru saja mengambil langkah besar. Kagak tanggung-tanggung, pabrikan asal Austria ini resmi melebarkan sayap ke ranah yang benar-benar baru: sistem pengereman.
Langkah strategis ini dikonfirmasi langsung oleh KTM. Tujuannya jelas, mereka ingin menyatukan semua komponen sasis kritikal di bawah satu atap. Dengan mengembangkan rem sendiri, KTM punya kontrol penuh atas pengembangan motor mereka. Jadi, alih-alih mengandalkan pihak ketiga, tim engineer kini bisa merancang suspensi dan rem secara bersamaan. Efeknya? Proses riset jadi lebih ngebut dan integrasi antar-komponen jadi jauh lebih presisi.
Motor pertama yang bakal mencicipi perangkat rem besutan WP ini adalah KTM 390 Duke, yang nantinya disusul oleh sang kakak, KTM 790 Duke.
Proyek Rahasia Selama 5 Tahun
Usut punya usut, proyek ini bukan rencana semalam. KTM ternyata sudah menyiapkan ini selama bertahun-tahun secara diam-diam. Mereka bahkan mendirikan pusat riset dan pengembangan (R&D) khusus di Barcelona, Spanyol. Di sana, mereka menghabiskan waktu lima tahun hanya untuk mendesain kaliper rem dan master cylinder sendiri.
Demi memuluskan ambisi ini, KTM tidak main-main. Mereka membajak para insinyur senior dari pabrikan rem ternama dunia—orang-orang kawakan yang sudah punya pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pengereman.
Efisiensi Produksi di India
WP sendiri sebenarnya bukan pemain baru di dunia sasis. Sejak diakuisisi oleh induk perusahaan KTM (yang dulunya Pierer Mobility, dan kini beroperasi sebagai Bajaj Mobility AG) pada akhir 1990-an, WP langsung jadi pemasok suspensi utama untuk KTM, Husqvarna, GasGas, bahkan untuk motor balap mereka di ajang bergengsi MotoGP. Jadi, ekspansi ke sistem pengereman ini adalah langkah logis berikutnya demi menciptakan paket sasis yang sepenuhnya in-house.
Untuk urusan produksi, komponen rem WP ini kabarnya bakal diproduksi di India. Langkah ini mencerminkan hubungan KTM yang makin mesra dengan Bajaj. Selain bisa menekan biaya produksi agar tetap kompetitif, fasilitas di India juga sangat siap untuk memenuhi kapasitas produksi skala global.
Bagi KTM, ini bukan sekadar pamer merek rem baru. Dengan membawa teknologi pengereman ke dapur sendiri, mereka bisa mengoptimalkan performa suspensi, sasis, dan rem sebagai satu kesatuan paket yang utuh. Selain itu, ketergantungan pada pihak ketiga otomatis berkurang, membuat KTM lebih fleksibel dan cepat tanggap dalam merespons dinamika pasar.
Jika performa rem WP generasi pertama ini sukses di pasaran dan sesuai ekspektasi, jangan kaget kalau ke depannya hampir seluruh lini motor KTM bakal menggunakan komponen sasis yang 100% buatan sendiri. Sebuah strategi berani yang jarang berani diambil oleh mayoritas pabrikan motor mainstream saat ini.