Mobilinanews (Sachsenring) - Panggung seri putaran Moto3 2026 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman memunculkan kejutan besar yang sukses mencuri perhatian pecinta balap dunia.
Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama #9, tampil luar biasa dengan memuncaki sesi latihan (Practice) usai mencatatkan waktu lap tercepat dan mengungguli para rival tangguhnya dari berbagai penjuru dunia.
Mengendarai motor garapan Honda Team Asia di sesi latihan yang berjalan sangat sengit, Veda Ega Pratama mengunci posisi pertama berkat catatan waktu terbaiknya, yakni 1 menit 25,848 detik, yang ia torehkan pada putaran ke-12 dari total 17 lap yang ia jalani.
Catatan tersebut membuat pembalap tanah air ini unggul sangat tipis, hanya terpaut 0,008 detik, dari pembalap Spanyol Joel Esteban yang menempel ketat di posisi kedua menggunakan motor KTM dari tim Level Up-MTA.
Sementara itu, tempat ketiga dihuni oleh pembalap asal Inggris, Eddie O`Shea dari tim GRYD Racing yang melengkapi dominasi barisan pembalap muda bertalenta di posisi tiga besar sesi kali ini.

Jika membedah data sektor demi sektor, penampilan Veda sebenarnya masih memiliki ruang untuk dipertajam. Analisis waktu parsial terbaik menunjukkan bahwa catatan Ideal Lap Time (akumulasi waktu terbaik dari setiap sektor) miliknya tembus 1 menit 25,688 detik.
Angka tersebut membuktikan bahwa pembalap kelahiran Gunung Kidul ini merupakan pembalap paling konsisten dan memiliki ritme tercepat di Sachsenring, mengungguli perolehan ideal para kompetitornya.
Meski catatan waktu tercepatnya di sektor tertentu tidak selalu menjadi yang nomor satu, kombinasi performa yang solid di sepanjang lintasan membuatnya menjadi sosok yang patut diwaspadai sepanjang akhir pekan ini.
Keberhasilan memuncaki sesi latihan ini tentu menjadi modal yang teramat krusial bagi Veda Pratama yang secara secara otomatis mengamankan posisinya untuk langsung lolos ke babak Kualifikasi 2 (Q2) esok hari.
Dengan jatah tiket langsung ke Q2 yang sudah berada di tangan, pembalap kebanggaan Indonesia tersebut kini bisa lebih fokus dalam meracik strategi terbaik guna memperebutkan posisi start terdepan (pole position) pada balapan utama nanti.