Cara DFSK Bangun Kepercayaan Masyarakat Terhadap Mobil PHEV

Rabu, 05/08/2026 10:15 WIB
Wilfrid Kolo


Petinggi DFSK kolaborasi mengapit mobil PHEV DFSK E5 Plus
Petinggi DFSK kolaborasi mengapit mobil PHEV DFSK E5 Plus

mobilinanews (Tangerang) – PT Sokonindo Automobile (DFSK) bersama EVSafe Indonesia menggelar talkshow bertajuk "The Next Drive: Why PHEV?" di Booth DFSK Hall 2B, GIIAS 2026.

Dalam diskusi itu, mereka membahas berbagai isu krusial seputar keamanan baterai, ketahanan kendaraan, hingga kesiapan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia.

Sesi ini mengupas apa sebenarnya PHEV, sehingga perlahan dapat mengajak masyarakat menepis keraguan, mematahkan berbagai miskonsepsi selama ini, sehingga menjadi jembatan strategis menuju era elektrifikasi nasional.

Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Doni Putra Okten mengatakan  bahwa mereka percaya elektrifikasi tidak boleh mengorbankan kebebasan berkendara.

“PHEV menghadirkan pengalaman berkendara elektrik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan ketenangan untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa dibayangi range anxiety,” katanya

Untuk itu, melalui DFSK E5 Plus sebagai Dual- Energy Premium Urban SUV, kami menghadirkan solusi elektrifikasi yang paling relevan bagi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini, praktis, efisien, dan tanpa kompromi," ujar Doni Putra Okten.

DFSK E5 Plus unggul karena didukung oleh teknologi Smart Power System DE-i, sistem hybrid cerdas yang secara otomatis mengoptimalkan perpindahan tenaga listrik dan mesin pembakaran untuk menghasilkan performa mumpuni.

E5 Plus juga dibekali baterai berkapasitas 25 kWh, salah satu yang terbesar di kelasnya, yang telah melalui serangkaian pengujian dan validasi ketat untuk memastikan keamanan, keandalan, serta performa optimal di berbagai kondisi jalan dan iklim Indonesia.

"Setiap baterai DFSK E5 Plus telah melalui pengujian keselamatan dan ketahanan yang komprehensif sebelum digunakan oleh konsumen. Sistem Battery Management System (BMS) kami juga dirancang untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang dengan mengoptimalkan proses pengisian, penggunaan, hingga perlindungan terhadap berbagai kondisi operasional," ujar Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra. 

Dari perspektif keselamatan, EVSafe Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan transisi menuju elektrifikasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi kendaraan, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem secara menyeluruh.

Tiga fondasi utama yang perlu dibangun dalam ketertarikan masyarakat terhadap PHEV itu adalah keselamatan, meliputi kendaraan, baterai, dan prosedur penanganan darurat; edukasi agar pengguna memahami cara memanfaatkan teknologi secara optimal; serta infrastruktur yang mencakup jaringan pengisian daya, layanan purnajual, dan sumber daya manusia yang kompeten.

"Tidak ada satu solusi yang dapat menjawab seluruh kebutuhan elektrifikasi. PHEV memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar.

Baginya, keberhasilan transisi ini tidak hanya bergantung pada teknologinya, melainkan juga pada edukasi yang mampu membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal.

Tag

Terpopuler

Terkini