Mobilinanews (Malaysia) - Pembalap Indonesia Avila Bahar mengunci posisi puncak pada ajang Malaysia Touring Car Championship (MTCC) 2026. Bersama rekan satu timnya Aaron Lim, Avila tampil konsisten hingga putaran penutup kompetisi tersebut.
Kesuksesan ini diraih usai menyelesaikan seri terakhir di Sepang International Circuit pada akhir Agustus 2026. Duet ini berhasil menjaga margin poin hingga seri usai untuk memastikan keunggulan klasemen MTCC.
Gelar utama ini menjadi buah manis perjalanan lima tahun Avila memperkuat Honda Malaysia Racing Team (HMRT). Konsistensi mengolah potensi mobil sepanjang ajang regional membuat torehan poinnya tak terkejar rival.
Sasis Honda Civic FE bernomor 27 menjadi andalan utama tim dalam memburu poin klasemen. Pengaturan teknis yang presisi serta pemahaman karakter sasis terbukti mampu menopang performa mobil secara konstan.

Persaingan ketat mewarnai jalannya balapan pertama pada akhir pekan penutup di trek Sepang tersebut. Avila dan Aaron menyelesaikan sesi awal ini di urutan ketiga demi mengamankan poin berharga bagi tim.
Perubahan strategi dilakukan saat memasuki balapan kedua ketika Avila memulai lomba dari garis terdepan. Manuver bersih langsung menempatkan mobil bernomor 27 pada posisi memimpin sejak awal bendera start dikibarkan.
Laju kendaraannya kian maksimal saat Avila mencetak waktu putaran terbaik dua menit 31,707 detik pada lap kedua. Karakter suspensi yang kaku dan pasokan tenaga yang responsif amat membantu catatan waktu tersebut.
Perjalanan mengunci gelar juara sebenarnya sudah terlihat kuat sejak seri kedua digelar di tempat yang sama. Pasangan pembalap ini sukses menyapu bersih kemenangan pada dua balapan serta mencatat waktu lap tercepat.

Memasuki seri ketiga, sinergi teknis antara pembalap dan kru mekanik kembali berjalan sangat optimal. Pengumpulan poin secara rutin menjadi kunci utama dalam mengamankan posisi teratas hingga seri balap penutup.
Tugas Avila bersama skuat balap Malaysia ini belum usai meski gelar musim reguler telah diraih. Agenda balap ketahanan Sepang 1000 Km pada November 2026 sudah menanti sebagai tantangan teknis berikutnya.
Ajang endurance tersebut bakal menguji ketahanan komponen mesin, ritme keausan ban, serta manajemen bahan bakar. Strategi kalkulasi waktu di pit stop juga memegang peranan krusial selama delapan jam balapan.
Data setelan sasis serta telemetry dari kompetisi musim ini menjadi modal penting untuk menghadapi ajang ketahanan. Keberhasilan Avila ini semakin mempertegas kemampuan pembalap Tanah Air di level Asia Tenggara.