Buell Project Leviathan: Monster 400 HP yang Belum Sepenuhnya Penaklukan Bonneville

Senin, 07/09/2026 13:15 WIB
Ade Nugroho


Buell Project Leviathan
Buell Project Leviathan

Mobilinanews (Jakarta) - Dapur pacu berdaya ledak murni dan haus kecepatan, Buell Project Leviathan akhirnya resmi menginjakkan kakinya di daratan garam legendaris, Bonneville Speed Week. Misi mereka sejak awal sangat eksplisit dan tanpa kompromi: menembus batas psikologis 402 km/jam (250 mph).

Meski belum berhasil menyentuh angka keramat tersebut pada penampilan perdananya, debut motor beramunisi turbocharger ini membuktikan bahwa menjinakkan monster bertenaga raksasa di atas lintasan garam membutuhkan jauh lebih banyak hal daripada sekadar modal nekat dan mesin kencang.

Monster di Atas Kertas, Ujian Nyata di Atas Salt Flats

Secara matematis dan mekanis, Leviathan adalah sebuah mahakarya mekanis yang intimidatif:

Di atas kertas, potensi performanya berada di level yang brutal. Namun, memproduksi 400 tenaga kuda di atas dyno test adalah satu hal; menyalurkan ledakan tenaga sereliabel itu ke permukaan garam tanpa membuat roda belakang kehilangan traksi adalah urusan lain yang jauh lebih berbahaya.

Rolling Burnout di Kecepatan 282 km/jam

Debut ini menjadi ajang pembelajaran yang ekstrem baik bagi sang mesin maupun sang pembalap, Jacob Stark. Ini adalah kali pertama Leviathan bergerak dengan tenaganya sendiri di luar ruang uji, sekaligus momen perdana Stark merasakan sensasi berkendara di atas garam Bonneville.

Proses untuk mendapatkan lisensi kecepatan resmi dilakukan secara bertahap:

  1. Lisensi D (Target >201 km/jam): Dilakukan secara konservatif dengan operan singkat (short shift) ke gigi dua, disusul inspeksi menyeluruh di area pit.

  2. Kendalikan Masalah di Gigi Tiga & Empat: Ketika gigi empat dimasukkan, roda belakang berputar secara teoretis menyentuh kecepatan 322 km/jam, padahal laju motor secara fisik jauh di bawah angka tersebut. Stark secara efektif harus mengendalikan motor yang mengalami rolling burnout liar di atas permukaan garam pada kecepatan 282 km/jam.

  3. Pencapaian Lisensi B: Setelah mengamankan Lisensi B, tim akhirnya mendapatkan akses ke Long Course (jalur trek sepanjang 5 mil). Di sinilah laju terbaik sebesar 287,3 km/jam berhasil dicatatkan.

Realita Pengujian di Medan Nyata

Laju terbaik 287,3 km/jam mungkin tampak jauh dari target awal 402 km/jam, tetapi angka tersebut harus dinilai berdasarkan konteks pengujian perdana. Sepanjang ajang berlangsung, tim teknis Buell harus terus menerus melakukan koreksi dan penyempurnaan masalah teknis secara instan di lapangan. Pada saat yang sama, Stark dipaksa beradaptasi dengan karakter motor yang berubah secara drastis seiring meningkatnya kecepatan.

Project Leviathan telah membuktikan bahwa potensi tenaganya nyata. Kini, tinggal menunggu waktu hingga Buell menyempurnakan traksi dan racikan teknisnya untuk benar-benar menaklukkan rekor dunia di Bonneville.

Tag

Terpopuler

Terkini