Kembali ke Afrika, Rwanda Bangun Sirkuit dan Kontrak 10 Tahun Gelaran F1

Selasa, 13/10/2026 21:34 WIB
Rulin purba


Sirkuit Kigali di Rwanda, Afrika. (Foto: ist)
Sirkuit Kigali di Rwanda, Afrika. (Foto: ist)

mobilinanews (Rwanda) - Setelah race terakhir di Kyalami pada 1993 akhirnya benua Afrika kembali menggelar balap F1 mulai pada 2030, begitu pembangunan sirkuit selesai.

Kepastian itu muncul usai teken kontrak antara Presiden Rwanda Paul Kagame, CEO F1 Stefano Domenicali dan Presiden FIA Mohemmed Ben Sulayem di ibukota Rwanda, Kigali pada Selasa (13/10).

Untuk itu sirkuit baru dibangun sekitar 40 km dari Kigali, bersebelahan dengan bandara baru Rwanda yang juga tengah dibangun. Gelaran perdana F1 disepakati pada musim kompetisi 2030 dan berlangsung selama 1 dekade atau 10 tahun.

Desain sirkuit itu dibuat oleh mantan pembalap F1 Alexanser Wurf bersama timnya. Treknya berkarakter anticlockwise sepanjang 6 km dengan 17 tikungan. Penyandang dananya adalah kementerian pariwisata Rwanda. Gelaran pertama dipilih dengan tajuk GP Afrika.

"Hari ini adalah milik Afrika. Lebih dari 30 tahun benua ini tidak menyelenggarakan balap paling prestisius di dunia. Itu akan berubah. Rwanda bangga menjadi tuan rumah F1 dan membagikannya kepada lebih dari 100 juta penggemar di seluruh Afrika," kata Kagame.

Ia berharap kaum muda Afrika nantinya tak hanya jadi penonton namun termotivasi dan mendapat kesempatan bergelut langsung di kancah F1 sebagai teknisi, insinyur, entrepreneur dan sebagainya.

"Tentu saja suatu saat ada dari benua ini yang jadi pembalap F1," imbuhnya.

Kemitraan selama sepuluh tahun ini, katanya, juga merupakan investasi bagi masa depan Rwanda. Sirkuit di Bugesera, yang terletak di dekat bandara internasional baru, akan menghadirkan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, pariwisata, serta peluang bisnis baru bagi negara dan kawasan sekitarnya untuk beberapa dekade mendatang.

"Tujuan kami bukanlah sekadar menggelar satu akhir pekan balapan, melainkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat kami."

Pemegang 7 gelar F1 Lewis Hamilton adalah pembalap aktif F1 yang dalam 6 tahun terakhir tak henti melobi pihak F1 dan FIA serta para petinggi negara-negara Afrika untuk.mengembalikan lagi F1 ke Afrika sebagaimana pernah dilakukan Afrika Selatan.

Sayangnya, ketika Rwanda menghelat F1 perdana pada 2030 nanti, sangat mungkin Hamilton sudah pensiun.

Selama ini Afrika sudah rutin menggelar seri lejuaraan dunia reli (WRC) besutan FIA di.Kenya. Dan, sepertinya MotoGP juga tinggal menunggu waktu manggung di Afrika, terlebih karena pemilik hak komersialnya sama dengan F1, yakni Liberty Media. (r)

Tag

Terpopuler

Terkini