motorinanews (Jakarta) – Usai Keputusan Presiden (Keppres) diturunkan Desember ini, langkah lanjutan adalah merenovasi Sirkuit Sentul yang rencananya menjadi lokasi helatan MotoGP mulai 2017 mendatang.
Lalu darimana biaya yang diyakini menghabiskan dana tak kurang Rp 150 miliar?
"Untuk biayanya darimana, kita sedang mencari. Apakah nanti bentuknya joint, sewa, bangun serah guna atau guna serah bangun. Ada beberapa model yang diajukan dalam penganggaran negara," kata Faisal Abdullah, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Selasa (22/12/2015).
Pemerintah membuka peluang bagi investor yang ingin berkecimpung mempersiapkan MotoGP di Indonesia. Beberapa model pembiayaan juga terdapat pada draft Keppres yang sudah diserahkan ke Sekretariat Negara (Sekneg).
"Kita membuka peluang dengan beberapa model pembiayaan. Kita lihat nanti di Keppres seperti apa. Kita tidak bisa bicara sekarang karena Keppres belum ada (diresmikan)," lanjut Faisal di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Selatan.
Seperti disebutkan sebelumnya, MotoGP Indonesia yang dicanangkan sebagai “gawe negara” oleh Menpora selaku ketua penyelenggara ini melibatkan 13 kementerian dan pihak kepolisian.
Apalagi, Indonesia sudah berkomitmen membayar uang promotion fee (izin penyelenggaraan MotoGP) yang total mencapai sekitar Rp 355,3 miliar untuk tiga tahun (2017-2019).
Dana Rp 5 miliar yang diberikan Kemenpora tentu belum mencukupi. Untuk itu, Keppres akan dibawa saat merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Februari 2016. (adn)