motorinanews - Perkembangan industri otomotif hingga saat ini tengah gencar menerapkan teknologi injeksi setiap kendaraan khususnya roda dua. Motor-motor yang sudah disematkan teknologi injeksi saat ini bekerja dengan beragam sistem kelistrikan. Untuk itu, aki menjadi salah satu perangkat paling penting pada motor injeksi.
Perawatan motor injeksi memang cukup mudah dibandingkan dengan versi karburator. Namun jika pemilik motor injeksi melakukan kebiasan buruk, maka motor injeksi akan cepat mengalami kerusakan.
Salah satunya yang disebutkan diatas tadi yakni aki pada motor injeksi. Jika aki soak atau sudah rusak tentu akan menyulitkan pengguna motor dengan teknologi. Aki yang mati bisa menyebabkan motor sulit dinyalakan, sensor-sensor tidak bekerja maksimal, bahkan dalam kasus parah, kerusakan akan merembet.
Aki yang cepat mati disebabkan oleh penggunaan starter elektrik saat lampu Malfunction Indicator Lamp (MIL) masih menyala. MIL adalah lampu indikator yang ada di cluster meter dan biasanya berwarna kuning, orange atau merah tergantung jenis motor. Biasanya ketika kunci kontak diposisikan ke ‘ON’, lampu MIL akan menyala, dan beberapa saat kemudian mati lagi jika kondisinya normal.
Jadi, ketika ingin menyalakan mesin motor, tunggu lampu MIL mati terlebih dahulu. Kalau lampu MIL masih menyala dan mesin langsung dihidupkan, maka sistem akan menyedot arus setrum lebih banyak. Tips lain agar aki lebih awet adalah penggunaan kick starter atau engkol untuk menghidupkan mesin motor. Saat pertama kali menyalakan mesin motor di pagi hari, jangan langsung menggunakan starter elektrik.