motorinanews - Suatu hari Reno Novardi(35) berangkat futsal pada malam hari menggunakan spededa motor. Sebenarnya Reno adalah seorang yang care dengan keselamatan berkendara. Maka tidak mengherankan ketika jadwal bermain fulsal yang berjarak hanya kurang lebih 300 meter dari rumahnya Reno tetap menggunakan safty gear lengkap seperti helm, jaket, celana panjang, sarung tangan dan sepatu (16/6).
Ketika pulang bermain futsal Reno mengalami kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya, karena skutik yang dikendarainya kehilangan kendali saat menikung. Apesnya, karena tergesa-gesa perlengkapan safety gear Reno disimpan rapih di dalam tas futsalnya. Reno pulang hanya menggunakan celana bola, sendal jepit, kaos, dan tidak menggunakan helm dengan alasan gerah.
Reno pingsan, dan ketika tersadar di rumahsakit dia menyadari jari kelingking kakinya nyaris putus karena gesekan hebat ke aspal. Mengenai kejadian tersebut Muhammad Ady Sucipto, Instruktur Safety Riding Honda Wahana Makmur Sejati angkat bicara mengenai pentingnya safety gear.
"Kita tidak bisa memprediksi kapan terjadi kecelakaan. Walau jarak tempuhnya terdekat sekalipun. Maka dari itu lima perlengkapan safety riding yang utama seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, sepatu yang menutupi tempurung dan mata kaki wajib digunakan ketika berkendara sepeda motor,” terang pria yang sering menjuarai ketangkasan safety riding Honda di Jepang ini.
Selain itu Ady juga mengatakan bahwa kita tidak bisa mengubah kecelakaan menjadi tidak kecelakaan. Maka dari itu helm, jaket, sarung tangan dan sepatu mutlak untuk digunakan selama berkendara.
kebanyakan orang menggunakan perangkat safety gear bukan karena keselamatan. Namun tidak pakai helm karena takut ditilang, tidak menggunakan jaket karena takut masuk angin, malas menggunakan sepatu karena jarak tempuh pendek.
Patut diketahui bdan keselamatan berkendara dunia mencatat 70% kecelakaan di jalan di sebabkan oleh orang lain. Bisa dibayangkan dengan jutaan kendaraan di jalan setiap harinya. Maka resiko terjadinya kecelakaan pada setiap detik, dan dengan jarak 1 mm di depan kendaraan terus menintai. So, lebih bijaklah dalam berkendara.
(teks : Tgr foto : Wahana)