Tomoki Uchida Mudik ke Jepang, Ini Bos Baru Honda Prospect Motor di Indonesia

Kamis, 16/03/2017 14:46 WIB |
Tomoki Uchida pergi, Takehiro Watanabe datang ke Indonesia. Dituntut bisa pertahankan angka penjualan Honda yang selalu tinggi. (foto : adri)
Tomoki Uchida pergi, Takehiro Watanabe datang ke Indonesia. Dituntut bisa pertahankan angka penjualan Honda yang selalu tinggi. (foto : adri)

mobilinanews (Jakarta) - PT Honda Prospect Motor (HPM)  akan dipimpin oleh bos baru bernama Takehiro Watanabe. Watanabe resmi menjabat sebagai President Director HPM menggantikan Tomoki Uchida. Serah terima jabatan dilakukan hari ini, Kamis (16/3) di Grand Ballroom Kempinski Hotel Indonesia, Jakarta.

Tomoki Uchida yang hampir 6 tahun memimpin HPM di Indonesia  menyampaikan salam perpisahannya.

"Selama hampir 6 tahun bersama-sama rekan di HPM, banyak pencapaian dan pengalaman berharga dan saya banyak bertemu dengan orang-orang yang menarik," kata Tomoki Uchida.

"Saya bangga menjadi menjadi bagian dari kesuksesan Honda di Indonesia. Saya ingin tinggal di Indonesia lebih lama lagi tapi mendapat tanggung jawab baru di Honda Motor (Jepang)," sambung Uchida.

Sementara itu, bos baru Takehiro Watanabe juga mengaku tidak sabar untuk memulai pekerjaannya di Indonesia. Pria yang telah 26 tahun berkarir di Honda ini memiliki banyak pengalaman di berbagai negara seperti di Jepang, Meksiko, dan Amerika Serikat.

"Ini merupakan yang pertama kalinya bagi saya berada di Indonesia. Negara ini sangat hot, dan orang-orangnya juga hot. Karena itu saya ingin menjadikan iklim otomotif di Indonesia agar tetap hot," ungkap Watanabe.

Lebih lanjut pria yang memulai karir di bagian logistik ini bertekad untuk meneruskan dan melampaui kesuksesan Uchida.

"Salah satu goal saya adalah meningkatkan citra Honda di Indonesia dan membawa Honda mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi," paparnya.

Bersama Tomoki Uchida, HPM selaku Agen Pemegang Merk Honda di Indonesia berhasil mencatat penjualan mengagumkan. Sebelum Tomoki memimpin, penjualan Honda tercatat sebanyak 45 ribu unit. Dalam rentang waktu 6 tahun kepemimpinannya menembus angka penjualan 200 ribu unit tahun 2016 lalu.

Mampukah Watanabe melampaui torehan sensasional Uchida? Semoga saja. (adri prima)