mobilinanews (Singapura) –Federasi BalapMobil Internasional (FIA) sudah merilis 21 penyelenggara sementara serial F1 2018. Negeri tetangga Singapura yang gemerlap dengan konsep night race-nya masuk daftar. Tapi, masih tanda tanya besar, masihkah eksiskah pada 2018?
Balapan di Marina Bay Street Circuit itu habis kontrak lima tahunnya pada 2017 ini. Sejauh ini, belum ada kepastian apakah perpanjang kontrak atau mengikuti langkah GP Malaysia di Sepang yang mulai musim depan tak lagi menghelat F1.
Pihak Malaysia mengklaim selalu rugi menggelar F1. Singapura sendiri sejauh ini belum merilis evaluasi mereka soal dampak F1 bagi pertumbuhan wisata dan eknomi negerinya.
Negosiasi perpanjangan kontrak sepertinya juga butuh lobi dan enerji tersendiri.
Seperti dilaporkan foxsportsasia, selama ini pihak GP Singapura berhubungan langsung dengan sang supremo F1 Bernie Ecclestone. Kini, Bernie sudah berada di luar dan manajemen F1 diambil alih Liberty Media.
Liberty Sendiri juga belum singgung apapun soal masa depan Singapura meski negeri itu masuk kalender sementara 2018.
Buat Indonesia tak ada keuntungan apapun jika Singapura mundur seperti halnya Malaysia. Sebab, Indonesia sama sekali tak berminat menghelat F1. Hanya saja fans F1 negeri ini turut dirugikan karena tak lagi bisa nonton F1 dengan biaya ‘murah meriah’ di Singapura.
Ya,memang lebih murah dibandingkan berangkat ke GP Australia, China, Jepang, apalagi ke Eropa. (andro)