Ambonese, Jimny Tercepat Speed Offroad Indonesia & Langganan Podium

Rabu, 21/06/2017 17:56 WIB |
Jimny Gorontalo ini menjadi momok yang menakutkan bagi peserta lain di Kejurnas Speed Offroad. (foto : ist)
Jimny Gorontalo ini menjadi momok yang menakutkan bagi peserta lain di Kejurnas Speed Offroad. (foto : ist)

mobilinanews (Jakarta) - Penampilan mobil satu ini menarik perhatian pemerhati speed offroad di Tanah Air. Pasalnya, sering melesat dengan menoreh waktu tercepat. Padahal basicnya Suzuki Jimny 1000cc lho. Apa iya? Yuuuk, kita intip ke markasnya!

Bagi offroader, nama Buche Febrico Adika Pattiasina tak asing lagi dalam beberapa tahun belakangan. Pasalnya pemuda kelahiran Jakarta, 27 tahun silam ini langganan podium di kejuaraan speed offroad Indonesia. Wajar namanya jadi perbincangan dan setiap tampil jadi perhitungan kompetitor lainnya.

Tercatat tahun 2016 lalu di kelas G2.2, Buche podium kedua Seri 4 Paramount BSD dan podium pertama di Seri 5 Banjarbaru. Tahun 2017, Jimny yang berjuluk Ambonese melejit lagi dengan podium kedua di putaran kedua Paramount BSD.

Itu baru sebagian prestasi Buche bersama Ambonese di ajang Indonesia Xtreme Offroad Racing (IXOR). Hasilnya, koleksi trofi di rumah penuh satu lemari.

Apa rahasianya? Mainlah ke komplek Mahkota Simprug, Ciledug, Tangerang. Di sana bisa ditemui Suzuki Jimny Semi Tube bercorak Pertamax Motorsport milik tim Emden Nesi Racing Gorontalo.

Lho, koq Gorontalo? "Iya, untuk tahun 2016-2017 dipercaya mengangkat reputasi daerah Gorontalo di ajang speed offroad. Tapi, saya sendiri mulai tahun ini direkrut sebagai offroader tim Pertama Motorsport," beber Buche, lulusan psikologi  yang 3 kali podium juara di Gorontalo.

Ternyata inilah keluarga offroader. Buche biasa tampil didampingi adiknya ,Tania sebagai navigator. Sang ayah Noval Arnold juga offroader yang sering ngegas bareng di sirkuit.

"Dan yang bangun mobil bisa kencang itu Diaz Marsose, om si Buche yang buka bengkel di Bintaro," ungkap Noval Arnold.

"Ini mobil basic-nya Jimny long, karena wheel base lebih panjang, jadi lebih stabil. Bodi asli memang nyaris gak dipakai kecuali pilar A dan B. Gardan masih cashing standar Jimny, cuma dikasih wheel adaptor," urai Buche tentang tunggangannya.

Sektor kaki-kaki menjadi konsentrasi. Final gear pakai 8:41. Per daun comot milik Suzuki Futura yang diracing ulang. Ukuran ban biasanya dipakai 29", ini malah beda.

"Kita pakai ban Achilles XMT 27 inchi velg 15 karena menyesuaikan dengan power, biar lebih enak rolling dan handlingnya," tutur anak pertama dari 3 bersaudara ini.

Pembesut Jimny tubular bernomor #82 ini memasang rollbar nyambung yang integrated. "Karena pick-up, jadi 4 titik. Lebih rigid. Gear box dan transfer case masih standar Jimny. Mesin standar berkode F10A diganti Suzuki K10A termasuk ECU. Intinya memaksimalkan komponen yang ada,” terangnya.

"Radiator yang dipasang ukuran besar tambah washer yang terus nyemprot. Cuma masih sistem diinjak navigator. Lalu rem pakai booster. Cuma jangan dipakem sebab bisa jadi kurang kencang," pungkas Buche yang merasa masih perlu banyak improve ke depan, termasuk bagian moncong mobil dibuat lebih enteng, biar gampang terbang.

Wuih..! (BangVe)