mobilinanews (Spanyol) – Turun takhta di klasemen membuat Maverick Vinales mulai berani mengkritik Yamaha, tim elit yang tahun ini memberinya peluang jadi jawara MotoGP. Ada apa Mav?
Libur sebulan sepenuhnya dipakai Mav mengolah fisik karena yakin paroh kedua kompetisi nanti bakal sangat menguras stamina. P2 di klasemen sementara dengan defisit 5 poin dari Marc Marquez (Honda) tak membuatnya gundah.
Yang membuatnya gelisah justru peforma Yamaha YZR-M1 yang melempem dalam beberapa race terakhir. Padahal, ia dominan sejak pra musim sampai dua race awal.
Dengan lantang ia lantas salahkan pengembangan Yamaha yang sama sekali tak cocok lagi dengan riding style-nya. Fairing dan sasis baru tak cocok. Utak-atik perangkat ECU (Electronic Control Unit) justru melemahkan laju motornya.
“Yamaha bingung dengan perangkat elektroniknya,” tuduh Vinales lewat autosport.com. Wah,selain lantang, juga terkesan lancang nih!
Sebagai solusi, Mav ingin kembali saja menggeber spek motor lawasnya di awal musim 2017 yang telah memberinya 3 kemenangan dalam 5 race.
“Saya merasa lebih bagus dan percaya diri dengan spek motor lama. Tapi, itu tak bisa saya putuskan sendiri. Ini keputusan bersama dalam tim agar segalanya berada pada arah yang sama.”
Asa Vinales belum terjawab. Maklum, para petinggi tim juga tengah menikmati liburnya. (andro)