Menguak Misteri Gunung Goh Melalui Juang Reborn Trail Adventure 2017

Minggu, 22/10/2017 22:30 WIB |
Juang Reborn Adventure Trail 2017 di Aceh. (Foto : istimewa)
Juang Reborn Adventure Trail 2017 di Aceh. (Foto : istimewa)

motorinanews (Bireuen) - Bukan rahasia lagi Gunung Goh atau Gle Goh di Kabupaten Bireuen, Aceh Tengah menyimpan 1001 misteri. Untuk mencapai puncaknya, yang ada hanya jalan setapak dan akses jalan masyarakat ke kebun. Inilah yang bakal didaki penggila trail adventure.

Bukannya mau menakuti. "Penduduk setempat sering memberikan ungkapan yang mengatakan di atas puncak sering terdengar suara orang main rapa'i dan merpati," sebut Mahmuddin, adventure rider dari Bireuen Trail Organisation Adventure disingkat BIROAD. Muddin lah yang survey jalur.

Gunung dengan puncak tertinggi 951 mdpl ini sejatinya merupakan kawasan pegunungan yang cocok dijadikan tempat wisata alam. Keindahan pemandangan alami bakal tak terlupakan peserta Juang Reborn Trail Adventure pada Sabtu dan Minggu, 25-26 November 2017.

Tak hanya BIROAD, ajang ini kolaborasi 3 komunitas trail adventure di Bireuen. Dua lagi Community X-treme Bireuen dan BMC Trail Adventure. "Kerja bareng ini menunjukkan kekompakan dan solidaritas tinggi sesama pecinta trail," tutur Iptu Riski Adrian, Ketua Pelaksana sekaligus Kasat Reskrim Polres Bireuen.

Semua peserta start dari Pendopo Kabupaten Bireuen. "Hari pertama jarak tempuh sekitar 60 km. Dua kilometer melalui jalan negara Bireuen ke Takengon, langsung naik Bukit Telaga Maneh. Sampai di puncak menikmati indahnya kota juang Bireuen," beber Muddin yang hafal jalur.

Setelah itu, peserta melalui Desa Blang Gandai di Kec. Jempa, lalu Desa Bate di Kec. Juli dan Desa Salah Sirong yang terkenal dengan indahnya Gunung Goh yang dijadikan ikon. Kawasan ini memiliki aneka ragam hayati, seperti masih adanya habitat burung Rangkong dan merupakan areal bermain satwa gajah. Selain itu juga ada beberapa air terjun yang berada sekitar kawasan.

Dari gunung yang memiliki struktur seperti punggungan lembuh, jalur hingga finish menjelajah hutan asli sampai ke Desa Pante Puesangan yang terletak di penghujung kabupaten dan berbatasan dengan tetangga Bener Meriah.

Di KM 35 jalan negara, disitulah bumi perkemahan dijadikan basecamp. Tak jauh dari lokasi mengalir sungai Krueng Puesangan, sungai terpanjang di Bireuen. Suasana seperti ini tentu menjadi idaman rider yang lelah seharian petualang di alam bebas.

Hari kedua jarak tempuh sekitar 70 km. Jalur yang dilewati lebih santai karena melalui perkampungan penduduk. Turun melalui PT Blang Kutumba menuju Desa Blang Mane di Kec. Peusangan Selatan. Ada beberapa desa lagi dilewati sebelum finish di Pendopo Bupati Bireuen.

Di panggung telah menanti 5 unit sepeda motor sebagai hadiah utama doorprize plus ratusan hadiah lainnya. Penasaran? "Kita tunggu kedatangan para riders di Bireuen," pungkas Muddin. Siap! (BangVe)