ISSOM 2017: Layaknya Balap F1, Mesin Ngebul Ichan Pulang ke Pit & Lanjutkan Race

Selasa, 24/10/2017 14:59 WIB |
Ichan selamatkan poin berharga di seri 6 ISSOM 2017 kelas STC 2100
Ichan selamatkan poin berharga di seri 6 ISSOM 2017 kelas STC 2100

mobilinanews (Sentul) - Pebalap dari tim Elig Racing Team, Muhammad Ichsan (Ichan) nyaris saja kehilangan poin pada seri 6 kejuaraan balap touring Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2017 yang berlangsung Minggu (22/10) kemarin di Sirkuit Sentul, Bogor.

Bagaimana tidak, baru memasuki lap ke-3 saat dirinya fight menuju baris depan kelas STC 2100, kap mesin mobil Honda Genio yang ia kendarai mengeluarkan asap tebal. Beruntung pemimpin klasemen STC 2100 ini tidak panik dan memilih keputusan yang tepat dengan kembali ke pit untuk melakukan pengecekan.

Namun jika banyak pebalap lain banyak yang memilih untuk menyudahi balapan, Ichan memilih untuk melanjutkan race meski harus ketinggalan satu lap dari lawan-lawannya.

“Saat battle dengan kompetitor pada lap ke 3 di tikungan pertama mobil saya mengalami masalah dan saya terpaksa mengambil keputusan untuk melakukan pit stop. Ternyata pipa dipstick terlepas menyebabkan oli banyak keluar,” kata Ichan.

"Salut dan terima kasih kepada para mekanik R Speed yang sigap dalam memperbaiki mobil. Dan saya bisa kembali lanjut balapan meski harus ketinggalan satu lap," lanjutnya.

Ia mengakui saat itu, target podium sudah sirna, namun hal positif yang masih bisa ia bawa pulang adalah Ichan masih mampu meraih poin karena menyudahi balapan di posisi ke-5.

“Setelah insiden itu, saya hanya berusaha untuk memperbaiki posisi dan menyelesaikan balapan, paling tidak saya harus tetap mendapatkan poin untuk menjaga kans juara umum. Alhamdulillah saya tetap dapat mencapai garis finish diposisi ke 5 STC2100,” jelas Ichan.

Dengan hasil tersebut, ia pun saat ini masih berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan satu angka dari rival terdekat. Mungkin beda cerita jika Ichan harus menyudahi balapan saat mobilnya bermasalah, maka posisinya di klasemen akan turun ke peringkat kedua.

“Saya tetap bersyukur, tahun ini sangat seru dan banyak cerita menarik. Kita banyak mendapat kendala sejak awal dan beberapa kali kita juga meraih hasil sensasional seperti start dari pit lane berakhir di podium, start dari grid 17 naik podium. Dan di seri ini kita masih unggul satu angka di klasemen. Di seri 7 nanti akan menjadi pengalaman pertama saya, yaitu penentuan gelar juara nasional. Karena tahun-tahun sebelumnya gelar juara sudah saya kunci sebelum seri terakhir, jadi tahun ini akan lebih menegangkan,” paparnya. (adr)