Mobilinanews.com, (Serang) - Tidak sedikit mobil-mobil bongsor bermesin besar beterbangan kala melibas beberapa handicap yang dibuat oleh Genta Auto & Sport bersama SMN. Namun itulah atraksi yang ingin disuguhkan kepada para pengunjung yang hadir.
“Meskipun bisa terbang bukan jaminan jadi juara. Mulai dari seri 1 Batulicin, banyak offroader yang menggunakan mesin V8 yang memiliki tenaga besar, namun saat ini sudah banyak equipment performa tambahan seperti suspensi, setir dan pengaturan power menggunakan system computerize,” papar Gunawan pada mobilinanews
Ditekankan olehnya, persaingan ketat seri kedua ini sulit untuk diprediksi. Menurutnya saat ini jam terbang bukan penentu, khususnya di speed offroad. Sebagai contoh TB Adi yang mengalami trouble harus terseok menuju garis finish, padahal ia juara di putaran pertama.
“Banyak hal penentu selain equipment. Persiapan harus dilakukan lebih baik dengan merujuk pada kondisi trek. Penggunaan chemical khusus di satu sisi baik bagi pebalap karena tanah tidak gembur dan menjadi padat. Tapi jika perhitungan tidak tepat terlebih ditikungan, bisa-bisa mobil terjungkal karena bodi bisa terbuang jauh dan mentok ke barikade tanah,” pungkas Gunawan yang mantan offroader itu.
